Renungan Harian, Kamis, 15 Oktober 2015

12096589_10204883014782900_3632835167860978183_nKamis, 15 Oktober 2015
Peringatan S. Teresia dr Avila, Perawan & Pujangga Gereja

Injil: Luk 11:47-54

“Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, padahal nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian, kamu mengaku bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Karena itu, hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan sebagian dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari orang-orang zaman ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari orang-orang zaman ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.” Setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan berbagai pertanyaan. Mereka berusaha menjebak-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.”

RENUNGAN:

Peringatan Yesus terhadap kaum Farisi amatlah tegas dan keras: mereka membunuh para nabi, tidak menerima pesan mereka, tidak bertobat, dan perilaku ini sesuai dengan perilaku leluhur mereka. Mereka menerima tanggungjawab atas penolakan dan penyingkiran Yesus Kristus. Mereka buta karena kecongkakan mereka terhadap pengetahuan akan Kitab Suci. Mereka menutup mata terhadap kebenaran Yesus Kristus yang memperjuangkan amanat Kitab Suci tersebut.

Orang yang menutup diri terhadap kebenaran bisa jadi juga akan menjadi penghalang bagi orang lain yang sungguh mau mencari kebenaran. Kita disadarkan agar tetap terbuka terhadap sapaan Allah, dan terutama siap untuk membuka kemungkinan karya Allah yang mau menyapa orang lain. Bagaimana keterbukaan seperti itu dapat kita usahakan dalam kehidupan kita?

Yesus mengajak mereka yang mau hidup taqwa untuk bercermin dalam hikmah kehidupan. Tidak banyak artinya membangun monumen untuk para nabi dan mengabaikan pesannya! Orang yang betul taqwa akan menjadikan hidup ini berkembang dan bukan mengerdilkannya! Inilah yang pantas diwaspadai! Semoga kita semua mampu mewujudkan hal itu semua.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur dan berterimakasih atas peringatan-Mu. Semoga kami tidak menjadi seperti “Orang-orang Farisi” zaman ini yang melupakan pesan utama para nabi dan lebih mementingkan dan memuji diri sendiri. Mampukanlah kami untuk menjadi pengikut-Mu yang sejati, yang mau mendengar keinginan dan kehendak-Mu melalui Sabda-Mu. Amin.”

 

1416 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *