Pesta Paduan Suara Gerejawi Lampung Sayangkan Minimnya Perhatian Pemerintah Provinsi

Salah satu Paduan Suara Anak yang mewakili Lampung di Pesta Paduan Suara Gerejawi Tingkat Nasional XI Tahun 2015 yang berlangsung di Ambon, Provinsi Maluku 2-12 Oktober 2015.

Salah satu Paduan Suara Anak yang mewakili Lampung di Pesta Paduan Suara Gerejawi Tingkat Nasional XI Tahun 2015 yang berlangsung di Ambon, Provinsi Maluku 2-12 Oktober 2015.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional XI Tahun 2015 akan berlangsung di Ambon, Provinsi Maluku pada 2-12 Oktober ini. Seperti pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, acara ini diharapkan menjadi kegiatan kerohanian yang benar-benar mensyukuri dan merayakan kemajemukan agama, suku, budaya Indonesia yang adalah sebagai karunia Tuhan.

Pesparawi, merupakan salah satu bentuk kegiatan kerohanian yang sekaligus memperhatikan, menghargai dan mendorong pengembangan seni budaya Indonesia yang bernafaskan spiritualitas Kristiani.

Sebagaimana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), yang sudah menjadi tradisi tahunan baik tingkat nasional maupun internasional, yang bermakna sebagai kebangkitan cinta masyarakat kepada Al Qur’an dan mempererat tali silaturahim antara umat beragama yang juga diperkokoh budaya bangsa.

Pesparawi yang diselenggarakan tiga tahunan sekali, telah menjadi milik masyarakat. Seperti yang jelas terlihat pada tahun 2012 di kota Kendari, yang sebagian besar panitia pelaksana adalah saudara-saudara umat lintas agama, dan acara lomba dihadiri masyarakat Kendari yang mayoritas muslim.

Ketua Panitia Pesparawi Nasional XI Kontingen Lampung Bambang Tri Rahardja kepada Radio Suara Wajar Jumat (02/10) mengungkapkan,keprihatinannya terhadap minimnya perhatian pemerintah daerah, dalam hal Pemerintah Provinsi Lampung. Bagaimana tidak, sampai 30 September 2015 lalu, dana yang diperoleh baru mencapai 48 persen. Rinciannya, 31 persen dari Dirjen Bimas Kristen, 3 persen dukungan dari gereja, 4 persn dari korporasi dan 10% berasal dari masyarakat yang perduli.

Sehingga menurutnya, baru dana untuk biaya transportasi dan sebagian biaya kostum yang dapat dipenuhi, sedangkan sebagian biaya kostum dan biaya operasional lain diatasi dengan dana talangan dari peserta.

Tri Rahardja menuturkan, panitia belum menerima bantuan dana “sepeserpun” dari Pemerintah Daerah Provinsi Lampung. Padahal, awal tahun 2015 pihaknya dipanggil oleh Pemerintah Provinsi untuk mempersiapkan pengiriman kontingen Lampung pada Pesparawi Tingkat Nasional XI Tahun 2015 di Ambon, Maluku. Tak tanggung-tanggung, pembentukan panitia berdasarakan Surat Keputusan Gubernur Lampung No.G/66/B.VII/HK/2015.

Sebagai informasi, kontingen Lampung yang berasal dari jemaat 21 denominasi, akan mengirimkan 132 peserta untuk mengikuti sembilan tangkai perlombaan selama 10 hari penyelenggaraan acara itu.

Tangkai lomba yang akan diikuti antara lain, paduan suara dewasa campuran yang membawakan lagu spiritual, paduan suara dewasa campuran yang membawakan lagu etnik Lampung, paduan suara anak, vokal grup, solo anak usia 7-9 tahun, solo anak usia 10-13 tahun, solo remaja putera, solo remaja puteri dan paduan suara pria.

Audisi dan latihan dimulai sejak bulan Februari 2015 di GKI Bandar Lampung dan GKSBS Tanjungkarang. Telah dilakukan try out di beberapa gereja di Bandar Lampung dan sekitarnya. Serta latihan terpadu pada 24 September 2015.***

Reporter : Robert

 

1928 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *