Pemerintah Provinsi Lampung Resmikan Sistem Resi Gudang ke-Empat di Pesisir Barat

Sekda Provinsi Lampung Arinal Djunaidi beserta rombongan saat diarak dengan upacara adat Lampung di Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat (30/09)

Sekda Provinsi Lampung Arinal Djunaidi beserta rombongan saat diarak dengan upacara adat Lampung di Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat (30/09)

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mengoptimalkan sistem resi gudang di seluruh kabupaten/kota. Hari ini (Rabu, 30/9) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Arinal Djunaidi meresmikan Sistem Resi Gudang ke empat di Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat.

Gudang SRG dibangun melalui DAK 2011 dengan luas 1500 m dan kapasitas lebih kurang 2.500 ton gabah kering giling. Fasilitas penunjang gudang ini antara lain 2 mesin dryer dengan kapasitas 20 ton, 1 unit genset, lantai jemur, kantor, rumah jaga dan peralatan penunjang kantor.

Pada tanggal 28 September lalu telah diterbitkan resi gudang atas nama Dendi Irawan tersebut diterbitkan pada tanggal 28 September 2015 dengan jumlah gabah 10 ton, jenis Samtani. Nilai resi yaitu Rp 52 juta. Resi selanjutnya diagunkan ke Bank Lampung dengan pinjaman Rp 30 juta. Selain itu, terdapat gabah milik petani sebanyak 50 ton. Resi untuk gabah tersebut masih dalam proses penerbitan lebih lanjut.

Dijelaskan Karo Humas dan Protokol Pemprov Lampung Bayana, didampingi Kabag Humas Heriyansyah Sekretaris Daerah berharap Sistem Resi Gudang mampu menahan harga. Sehingga harga gabah di tingkat wajar dan menjawab kendala penguatan harga hasil komoditi pertanian. Selain itu pengusaha kecil, petani dan kelompok tani dapat mengakses permodalan serta memberikan nilai tambah terhadap komoditi pertanian.

Diharapkan sistem resi gudang ini dapat menjadi pembelajaran dan meningkatkan pemahaman terhadap fungsi dan manfaat dari sistem resi gudang. Sehingga membantu masyarakat khususnya petani. Apalagi Pesisir Barat merupakan daerah penghasil kopi. Untuk itu Bupati hendaknya mengawal output dan inputnya. Karena Pesisir Barat berpotensi sebagai eksportir kopi, termasuk juga ikan,” kata Sekda.

Untuk itu, Sekda meminta kerjasama semua pihak yang terkait dan dukungan dari Bappebti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UKM. Dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana serta permodalan sehingga komoditi-komoditi yang disimpan dapat memperoleh nilai tambah. Pada akhirnya akan tumbuh unit-unit bisnis di lokasi Gudang dangan Sistem Resi Gudang

Diketahui, Pencanangan Optimalisasi Sistem Resi Gudang Provinsi     Lampung telah dilaksanakan sebelumnya di Desa Titiwangi   Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan pada tanggal 14 Oktober 2014; Kampung   Sumber Agung Kecamatan Rawapitu Kabupaten Tulang Bawang pada tanggal 7 Mei 2015 dan Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus pada tanggal 29 Mei 2015 yang lalu,

Dijelaskan Karo Humas dan Protokol, acara peresmian dihadiri Karo Perniagaan Kementerian Perdagangan Pantas Lumban Bantu, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat beserta Fokorpimda dan Penjabat Bupati Pesisir Barat Qudrotul Ikhwan beserta jajaran.

Sebelum memasuki SRG, Sekda beserta rombongan diarak dengan upacara adat Lampung hingga ke lokasi acara. Kemudian dilaksanakan penyerahan resi gudang dari Dirut PT.Bhanda Ghara Reksa (BGR) Agus Andiyani kepada pemilik surat resi gudang yaitu.Dendi Irawan selaku Ketua Koperasi Sinar Selatan. Selanjutnya pencairan pembiayaan Resi Gudang dari Bank Lampung oleh Direktur Kepatuhan Yuzar Horisontama kepada Dendi Irawan.***

Reporter : Robert

1918 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *