Kata Paus kepada Kongres AS, Hentikan Pertengkaran!

Pope Francis addresses a joint meeting of the U.S. Congress as Vice President Joe Biden (left) and Speaker of the House John Boehner look on in the House of Representatives Chamber at the U.S. Capitol in Washington Sept. 24. (CNS photo/Paul Haring) See POPE-CONGRESS Sept. 24, 2015.

RADIO SUARA WAJAR – Masa lalu, janji, dan potensi Amerika Serikat (AS)  tidak boleh dilenyapkan oleh pertengkaran dan bahkan kebencian pada suatu saat rakyat AS dan dunia membutuhkan uluran tangan, kata Paus Fransiskus  kepada Kongres AS.

Membuat sejarah dengan menjadi Paus pertama yang berpidato di Kongres, Paus Fransiskus diperkenalkan oleh ketua DPR kepada para legislator pada 24 September sebagai: “Tuan ketua DPR, Paus dari Takhta Suci.”

Namun, Paus memperkenalkan diri sebagai anak dari benua Amerika, yang telah diberkati oleh “dunia baru” dan merasa bertanggung jawab terhadap benua itu.

Dalam pidato yang panjang, ia melihat AS sebagai sebuah negara mengesankan ketika rakyatnya bersama-sama membangun kebaikan bersama. Ini adalah sebuah mercusuar harapan bagi dunia, katanya.

Paus Fransiskus mengecam aborsi legal, hukuman mati, dan penjualan senjata yang tidak bermoral. Dia meminta Kongres “meraih momen”  meningkatkan normalisasi hubungan dengan Kuba. Dan, sekali lagi ia menyebut dirinya sebagai “anak imigran”,  dan meminta para legislator secara terbuka menerima para imigran.

Seorang wartawan menanyakan Paus pada Juli lalu, mengapa ia berbicara begitu banyak tentang orang miskin dan  orang kaya, tapi jarang berbicara tentang kehidupan dan perjuangan keras untuk membayar pajak dari kelas menengah.

“Saya ingin mengambil kesempatan ini  berdialog dengan ribuan pria dan wanita yang berusaha setiap hari  melakukan pekerjaan yang jujur,  membawa pulang roti sehari-hari mereka, menyimpan uang, dan membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka,” kata Paus.

“Ini adalah pria dan wanita yang tidak peduli hanya dengan membayar pajak mereka, tetapi dalam cara mereka sendiri yang tenang mempertahankan kehidupan masyarakat,” katanya. “Mereka meningkatkan rasa solidaritas mereka melalui tindakan, dan mereka mendirikan organisasi-organisasi yang menawarkan bantuan mereka kepada yang paling membutuhkan.”

Ia mengatakan ia telah belajar Amerika Serikat sebelum kunjungan itu.  Ia menggunakan empat ikonik dari warga AS  sebagai model yang relevan untuk kebajikan bagi orang-orang Amerika saat ini: Abraham Lincoln, Pendeta Martin Luther King Jr., Dorothy Day dan Thomas Merton.

“Suatu bangsa dapat dianggap besar ketika membela kebebasan seperti dilakukan Lincoln; menumbuhkan budaya yang memungkinkan orang untuk ‘bermimpi’ memenuhi hak untuk semua saudara-saudara mereka seperti yang dilakukan Martin Luther King, berusaha  keadilan bagi orang tertindas seperti dilakukan Dorothy Day dengan bekerja tak kenal lelah;  iman yang berbuah dengan melakukan dialog dan menaburkan perdamaian dalam gaya kontemplatif seperti Thomas Merton,” kata Paus.

?????????????

Paus Fransiskus berpidato di Gedung Kongres Capitol, Washington (24/9).

Perdamaian dan keadilan

Dialog, ia mengatakan kepada para legislator, adalah satu-satunya cara menangani tekanan dan memenuhi panggilan untuk melayani kepentingan umum, mempromosikan budaya “harapan dan penyembuhan, perdamaian dan keadilan.”

Selama pidato, Paus Fransiskus berdiri di depan  John Boehner, ketua DPR dan anggota Partai Republik dari Ohio, dan Wakil Presiden Joe Biden, ketua Senat. Kedua pria tersebut beragama Katolik. Selain senator, perwakilan dan tamu mereka diundang, para peserta termasuk anggota Mahkamah Agung AS dan anggota Kabinet Presiden Barack Obama.

Dalam sambutannya, Paus Fransiskus mendukung sejumlah keprihatinan dari Konferensi Waligereja Amerika Serikat, termasuk membela hak masyarakat untuk menghidupkan iman secara terbuka dan berdebat tentang kebijakan politik dari perspektif agama.

“Adalah penting bahwa saat ini, seperti di masa lalu, suara iman terus didengar, karena hal itu adalah suara persaudaraan dan cinta, berusaha mencari jalan keluar yang terbaik bagi setiap orang dan  setiap bangsa,” katanya. Dengan dialog, negara  menghormati “perbedaan-perbedaan dan keyakinan hati nurani.”

“Setiap kehidupan adalah suci,” tegasnya, seraya menyerukan “penghapusan hukuman mati global” dan tanggung jawab melindungi dan membela kehidupan manusia pada setiap tahap perkembangannya.”

Sejumlah politisi dan pakar AS telah menyatakan kebingungan atau bahkan kemarahan atas komentar Paus Fransiskus ‘tentang kerusakan diprovokasi ketika uang menjadi dewa dan keuntungan lebih daripada manusia. Paus menegaskan kata-katanya itu berdasarkan ajaran sosial Gereja.

Pidatonya kepada Kongres termasuk ajaran sosial Gereja, dengan menggali lebih dalam aspek-aspek positif dari ekonomi pasar berdasarkan etika, pengawasan, solidaritas dan jaring pengaman bagi anggota termiskin dan paling lemah dari masyarakat.

“Penciptaan dan distribusi kekayaan” jelas penting bagi upaya terus mengurangi kemiskinan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, katanya.

“Penggunaan sumber daya alam, aplikasi teknologi yang tepat dan memanfaatkan semangat perusahaan merupakan elemen penting dari sebuah ekonomi menuju modern, inklusif dan berkelanjutan.”

“Bisnis adalah panggilan mulia” ketika mencari kebaikan bersama, kata Paus Fransiskus. Dan hari ini, ia mengatakan kepada para legislator, kepentingan umum termasuk melindungi lingkungan dan mengambil langkah-langkah berani “menghindari efek paling serius dari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.”(ucanesa.com)

 

961 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *