Keteguhan Susana Sakinah Dalam Memanggul Salib

IMG_1338

Matius Basiran dan Susana Sakinah di kediamannya, Jalan Komarudin No. 31 Rajabasa Bandar Lampung, Sabtu 06 September 2015.

BANDAR LAMPUNG, POTRET RADIO SUARA WAJAR — Mengajarkan kesalehan pada anak-anak dari kecil begitu penting untuk diterapkan. Mengajarkan pada mereka akan pentingnya menjumpai Tuhan dalam setiap langkah kehidupan, seperti beribadah, berdoa, dan nilai-nilai kristiani lainnya.

Hal-hal sederhana seperti makan dan berdoa bersama dengan seluruh anggota keluarga selalu dilakukan dalam keseharian keluarga Matius Basiran dan Susana Sakinah.

Keluarga Lingkungan Santa Theresia Paroki Santo Yohaes Rasul Kedaton ini, sekarang hidup bahagia dekat dengan dua anaknya yang telah berkeluarga. Melihat empat orang cucu di dekat mereka dalam menjalani hidup keseharian, dirasakan mereka sebagai berkat yang melimpah dari “Sang Pemilik Hidup”

Susana Sakinah kelahiran Kota Metro 61 tahun lalu sudah terbiasa ditanamkan hidup saleh oleh kedua orangtuanya. Sarana transportasi dan kondisi infrastruktur jalan yang belum mendukung tak menyurutkan keluarga orangtua Susana Sakinah waktu itu untuk pergi ke gereja. Hal ini masih terngiang diingatan Susana Sakinah.

Susana Sakinah yang keseharinnya bermata pencaharian pedagang ini, menceritakan awal mula rajin ke gereja dan dibabtis menjadi Katolik. Seingatnya kala itu pada masa Gestapu atau Gerakan September Tiga Puluh pada 1965-an.

Hidup dengan berpedoman pada nilai-nilai kristiani bersama keluarga lebih dirasakan Susana Sakinah dan Matius Basiran saat pindah dari Bandar Sribhawono Lampung Timur ke Rajabasa, Bandar Lampung. Selain karena lingkungan, tapi alasan utama Susana Sakinah ialah dekat dengan anak dan cucu mereka.

Pada kediamanya, Jalan Komarudin No 31 Rajabasa Bandar Lampung, suami Susana Sakinah yakni Matius Basiran tampak terkejut melihat kedatangan Radio Suara Wajar. Ada banyak makna tersirat dari mata laki-laki kelahiran Wonosari, Yogyakarta 7 Juli 1947 ini. Dia pun dengan tersipu malu, menceritakan ikhwal masuk menjadi Katolik.

Sebagai suami yang mencintai sang istri, Matius Basiran pun tak canggung memuji belahan hatinya itu akan kesalehan hidup menggereja.

Siapa yang menanam dia yang menuai. Siapa yang menanam kebaikan maka serta merta akan menuai panen serupa bahkan lebih. Begitulah yang dirasakan keluarga Matius Basiran dan Susana Sakinah. Berkat didikan yang ditanamkan pada anak-anaknya waktu kecil untuk “hidup taat” pada Tuhan, tak jarang anak-anaknya selalu mengingatkan jika dia dan istri lupa untuk ke gereja serta kegiatan lain di lingkungan.

Pada tempat yang berbeda, Budi Harto menjadi saksi hidup kesalehan keluarga Matius Basiran dan Susana Sakinah. Budi Harto, tokoh umat di Lingkungan Santa Theresia bahkan mempunyai pengalaman yang sangat berkesan untuk keluarga ini.

Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Kisah Keteguhan Susana Sakinah Dalam Memanggul Salib, akan ditayangkan pada menu acara Features Radio “Potret Suara Wajar” edisi Minggu 06 September 2015 pukul 19.00 wib.***

Reporter : Robert

1210 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *