Bidan Wajib Tingkatkan Kemampuan

Suasana Seminar yang diadakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam rangkaian HUT ke-64, Kamis (20/8), di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung.

Suasana Seminar yang diadakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam rangkaian HUT ke-64, Kamis (20/8), di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Bidan sebagai tenaga professional harus terus meningkatkan kompetensinya. Maka dari itu diwajibkan meningkatkan dan memelihara keterampilan dan profesionalnya, melalui kegiatan kognitif, psikomotor serta pelatihan klinis dan nonklinis.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi pada Seminar yang diselenggarakan dalam rangkaian HUT IBI ke-64, hari ini (20/8), di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung.

Dijelaskan, Data MTKI pada Oktober 2013, jumlah bidan di Indonesia sebanyak 225.096 yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Untuk itu, IBI mempunyai misi membangun dan mengembangkan keprofesian bidan yang kredibel dan akuntabel. IBI juga akan membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik Nasional maupun Internasional.

“Misi IBI yaitu menyediakan system pengembangan profesi bidan yang dapat diakses oleh seluruh anggota profesi dan stakeholder. Hal ini guna mewujudkan pengembangan profesi bidan yang kredibel dan akuntabel,” jelas Emi.

Dipaparkan, pelatihan klinis yang wajib diikuti bidan yaitu pelatihan Midwifery Update. Yakni asuhan persalinan dan pertolongan pertama kegawatdaruratan Obstetri Nenonatal. Selain itu juga pelatihan Non klinis misal tentang manajerial, kepemimpinan, wirausaha dan lainnya.

Gubernur M. Ridho Ficardo yang diwakili oleh Asisten Bidang Kesra Elya Mochtar dalam sambutannya mengatakan, tantangan saat ini yaitu RUU Kebidanan dan Pelayanan Kebidanan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. RUU Kebidanan berada di Komisi 9 DPR RI dan menjadi prioritas untuk dibahas di tahun 2015 ini. Diharapkan pembahasan RUU Kebidanan tersebut lancar dan tidak memakan waktu yang lama.

Gubernur meminta Bidan, khususnya Bidan Praktek Mandiri agar mempelajari dan memahami peraturan–peraturan terkait tentang JKN. Sehingga dapat memberikan pelayanan kebidanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kepada seluruh bidan, mari kita tanamkan kecintaan terhadap profesi. Jaga, rawat dan tumbuhkembangkan IBI menjadi organisasi yang bermanfaat, khususnya bagi masyarakat,” ajak Gubernur.

Seminar dalam rangka HUT IBI ke-64 ini bertema “Bidan Mengawal 1000 Hari Pertama Kehidupan Mewujudkan Generasi Berkualitas”. Acara dihadiri 550 peserta, dari Pengurus dan anggota IBI serta unsur masyarakat lainnya.***

Reporter : Robert

 

1677 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *