Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012

TO GO WITH China-religion-politics-Catholic,FEATURE by Tom HANCOCK This photo taken on May 24, 2015 shows worshippers walking past the shadow of a cross at the entrance to the "underground" Zhongxin Bridge Catholic Church, after a service celebrating the Feast of the Ascension in Tianjin. Tianjin, 110 kilometres (68 miles) from Beijing, is thought to have up to 100,000 Catholics, and each Sunday hundreds pack the dilapidated building, some sitting on the floor or standing outside, straining to hear the bishop's sermon over the rumble of passing trucks.        AFP PHOTO / Greg BAKER

Pastor Zhang juga akan menjadi uskup Tiongkok pertama yang ditahbiskan secara publik sejak Paus Fransiskus terpilih menjadi Paus pada Maret 2013. Pentahbisan itu, dengan persetujuan paus, awalnya direncanakan pada 29 Juli. Namun, keuskupan memutuskan untuk menunda pada 4 Agustus bertepatan dengan Pesta Santo Yohanes Maria Vianney, santo pelindung bagi para imam.

Dalam sebuah wawancara, Pastor Zhang mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia tidak bisa mengkonfirmasi uskup yang akan memimpin pentahbisan. Kehadiran uskup tidak diakui Vatikan (terlarang) adalah cara Partai Komunis menunjukkan kontrol terhadap Gereja.

Jika seorang uskup terlarang berperan dalam pentahbisan, ini bisa menjadi tanda hubungan Tiongkok-Vatikan, kata sumber-sumber. Tiga uskup diundang hadir untuk pentahbisan tersebut, dan salah satu uskup yang hadir adalah uskup yang diakui Vatikan. Pastor Zhang, 44, diangkat menjadi uskup pada 28 April. Pentahbisannya telah disetujui Vatikan.

Di Tiongkok, sebagian besar pemilihan uskup diatur oleh Konferensi Waligereja Tiongkok, yang terdiri dari para uskup yang telah terdaftar dengan pemerintah. Namun, banyak calon uskup menerima persetujuan paus sebelumnya. Kebanyakan pemilih mendukung pilihan Vatikan.

1085 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *