Polisi Nepal Sebut Korban Tewas Lebih dari 3.200 Jiwa

310299_distrik-gorkha-yang-hancur-akibat-gempa-di-nepal-_663_382

Distrik Gorkha yang hancur akibat gempa di Nepal.

Polisi Nepal Sebut Korban Tewas Lebih dari 3.200 Jiwa

VIVA.co.id – Pejabat kepolisian Nepal, Senin, 27 April 2015, menyebut korban tewas akibat gempa pada Sabtu, 25 April lalu, telah melonjak menjadi 3.218 jiwa, serta 6.538 orang terluka.

Dikutip Reuters, polisi mengatakan gempa itu merupakan yang terburuk melanda Nepal, dalam 81 tahun terakhir. Saat ini, otoritas Nepal masih berjuang untuk merawat korban selamat yang terluka. Terutama dengan terbatasnya kapasitas rumah sakit, sehingga operasi pun harus dilakukan dalam sebuah tenda di Kathmandu. “Kami kewalahan dengan permintaan bantuan dari seluruh negeri,” kata Deepak Panda.

Anggota penanganan bencana Nepal itu menyebut, para korban gempa harus tidur di jalan-jalan, serta membangun tenda seadanya untuk berlindung dari hujan. Antrean panjang terjadi untuk memperoleh air dari truk-truk bantuan. Di dataran tinggi Himalaya, ratusan warga negara asing dan Nepal dikhawatirkan masih terjebak longsor, saat melakukan pendakian.

Sementara itu Badan PBB untuk anak-anak, Unicef, mengatakan sekitar satu juta anak-anak terkena dampak buruk gempa di Nepal, yang telah menewaskan lebih dari 3.200 jiwa.

Dilansir dari Reuters, Senin, 27 April 2015, Unicef menyebut para pekerja kemanusiaan mengkhawatirkan penyebaran infeksi, serta wabah penyakit, karena warga kini harus tidur di tenda-tenda dan ruang terbuka. “Apa yang kami tahu saat ini ada hampir satu juta anak, yang terkena dampak buruk. Perhatian utama kami bagi mereka sekarang adalah, akses ke air bersih dan sanitasi,” kata Christopher Tidey dari Unicef.

Dia menegaskan bahwa saat ini ketersediaan air bersih dan makanan terus berkurang. Beberapa laporan terbaru datang dari sejumlah wilayah, seperti distrik Gorkha, yang merupakan wilayah terburuk terkena dampak gempa.

Sekitar 270.000 orang tinggal di wilayah pegunungan Gorkha, dengan beberapa foto memperlihatkan kerusakan sangat parah. Saksi mata menceritakan, pengalaman mengerikan yang mereka saksikan saat gempa. “Sangat menakutkan, sungguh mengerikan,” kata Camille Thomas, yang sedang berada dalam penginapan di desa Langtang, sebelah utara ibukota Kathmandu, saat gempa dimulai.

Camille menyebut gempa disusul longsornya salju, menimbun rumah-rumah warga. “Dari tempat kami berada, tidak ada lagi yang bisa dilihat. Seluruh desa hilang,” katanya.

558 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *