Pabrik Jamu Nyonya Meneer Digugat karena Utang Rp 110 Miliar

1054026eka-412780x390

Pabrik Jamu Nyonya Meneer Digugat karena Utang Rp 110 Miliar

SEMARANG, KOMPAS.com – Perusahaan jamu legendaris PT Nyonya Meneer yang berpusat di Kota Semarang digugat oleh distributor tunggalnya, PT Nata Meredia Investama (NMI). Gugatan diajukan lantaran PT Nyonya Meneer dianggap tidak membayar utang sebesar Rp 110 miliar selama hampir lima tahun.

Kuasa Hukum Penggugat dari PT NMI, Eka Windiarto mengatakan, langkah PT NMI mengajukan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Semarang karena perusahaan jamu itu tidak kunjung membayar utang.

Di satu sisi, pihak PT Nyonya Meneer justru tidak mengakui jumlah utang kepada distributor dan hanya mengakui utang puluhan miliar saja.  “Kami semula ingin agar restrukturisasi utang bisa terjadwal dengan baik. Sudah lima tahun tidak ada kejelasan, makanya kita gugat agar jelas jadwal pembayarannya,” kata Eka saat dihubungi, Selasa (10/3/2015) siang.

Dalam catatannya, PT Nyonya Meneer dinilai memiliki utang pada PT NMI sebesar Rp 110 miliar, terdiri dari utang Rp 89 miliar dan utang barang sebesar Rp 21 miliar. Utang tersebut tidak dibayarkan dalam tempo lima tahun terakhir.

Namun, lanjut Eka, PT Nyonya Meneer hanya menawarkan perdamaian yang tidak masuk akal. Perusahaan jamu itu hanya mengakui utang pada puluhan kreeditor itu maksimal Rp 35 miliar.  “Makanya kami gugat. Masa maksimal yang diakui Rp 35 miliar. Kalau semuanya dihitung mestinya utang pada seluruh kreditor bisa sampai Rp 250 miliar,” tuturnya.

Dia pun mengoreksi sejumlah pemberitaan di media massa terkait isu pailit perusahaan jamu tersebut. PT NMI yang berkantor di Jakarta itu tidak berusaha mempailitkan PT Nyonya Meneer akibat utang-utang mereka. Penggugat hanya ingin menagih utang dengan jadwal yang teratur dan siap dibayarkan.  “Tapi kalau tidak bayar utang juga bisa jadi pailit. Itu resiko gugatan PKPU,” tambahnya.

Saat ini, kedua pihak tengah menyelesaikan sengketa gugatan tersebut melalui meja hukum. Pengadilan Niaga Semarang masih menunggu keduanya untuk berdamai dalam jalur mediasi. Jika tidak ditemukan solusi, pengadilan akan menempuh jalur pembuktian. Sidang para pihak akan digelar siang ini pada pukul 14.00 WIB.

634 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *