Anak-Anak Terang

Ilustrasi anak-anak terang. Foto : permatagbkp.org

Ilustrasi anak-anak terang. Foto : permatagbkp.org

Efesus 5: 8 | Kamis, 26 Desember 2019

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.

Renungan Harian

Seorang gadis berparas amat buruk. Orangtuanya tidak keberatan ketika seorang tunanetra berniat meminangnya. Namun, ketika ada dokter mata yang bersedia menyembuhkan menantunya itu, sang mertua menolaknya. “Biarkanlah ia dalam kebutaannya. Jangan-jangan setelah ia dapat melihat, anakku diceraikannya!”

Dalam kegelapan kita sulit membedakan dan menemukan arah. Istilah “terang” bukan bermakna harfiah, misalnya terang sinar matahari atau benda-benda lainnya. Istilah “terang” bermakna simbolik, yaitu kondisi di mana manusia memahami dan mengerti kebenaran. Dengan terang itu, manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Terang itu memampukan manusia menimbang mana yang adil dan mana yang tidak, mana yang jahat dan mana yang baik.

Banyak orang seperti sang mertua dalam cerita di atas. Mereka lebih memilih kegelapan karena hidup dalam terang harus menyingkirkan kenikmatan dosa. Hidup dalam terang membutuhkan tekad dan keberanian; berani meninggalkan masa lalu yang penuh dosa dan hidup dalam kasih karunia Allah. Lebih dari itu, sebagai anak-anak terang, kehadiran kita harus memancarkan kemuliaan Kristus juga.***

Sumber : Lumen2000.org

Editor : Robert

55 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *