Harta Surgawi

Tuhan itu setia selamanya, meskipun kita sendiri tidak setia kepadaNya. Apakah anda dan saya dapat menjadi hamba atau abdi yang setia di dalam hidup di hadirat Tuhan?

Tuhan itu setia selamanya, meskipun kita sendiri tidak setia kepadaNya. Apakah anda dan saya dapat menjadi hamba atau abdi yang setia di dalam hidup di hadirat Tuhan?

DM – 3679v | Jumat, 06 September 2019

‘Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang dibumi. (supaya) apabila Kristus, yg adalah hidup kita, meyatakan Diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dgn Dia dalam kemuliaan’.

Renungan Harian

Ketika Yesus sedang mengajar, ada orang yg minta tolong kepadaNya untuk membantu dia dalam masalah warisan dengan saudaranya. Kristus menolak permintaan ini, karena Dia bukan imam yang mempunyai wewenang resmi. Tetapi Yesus mengajak melihat akar dari persoalan masalah warisan yang cukup sering terjadi, bahkan sampai saat ini. Akarnya adalah ketamakan. Pendorong ketamakan adalah salah sangka bahwa kebahagiaan dapat diperoleh kalau memiliki banyak uang dan bahwa masa depan/masa tua seseorang akan terjamin kalau memiliki banyak harta.

Tetapi orang yang mengenal Allah  tahu bahwa kesempatan yang diberikan Tuhan untuk hidup dimuka bumi ini adalah kesempatan untuk mengalihkan kepemilikan, hasil jerih payah  dan kekayaan duniawi menjadi harta surgawi.

Firman Tuhan mengingatkan kita untuk bergiat dalam mengumpulkan harta surgawi. Mari kita gunakan segala talenta, karunia, kemampuan dan kekayaan yang ada pada diri kita, bukan untuk mencari kebanggaan dan kenikmatan duniawi yang sifatnya sangat sementara dan malahan sering kali dapat menimbulkan konflik serta kebencian terhadap sesama, tetapi untuk berbuat banyak kebaikan dan kasih yang tulus.***

Editor : Robert

165 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *