Menjadi Garam Yang Baik

Ilustrasi. Sumber foto : rec.or.id

Ilustrasi. Sumber foto : rec.or.id

Markus 9: 50 | Jumat, 16 Agustus 2019

Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkan? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.

Renungan Harian

Disiplin kerja semakin mengedur, semangat hidup seenaknya penyakit menular. Apabila tidak diambil tindakan tegas untuk mengembalikan kedisiplinan, dapat diramalkan perusahaan tersebut tak akan bertahan lama.

Penyakit menular hanya dapat disembuhkan jika sumber bibit penyakitnya dimusnahkan, atau sekurang-kurangnya dilemahkan dan diisolasi agar tidak merusak sel-sel sehat yang lain.

Sekecil apa pun, ketidakberesan harus segera di selesaikan. Seringan apa pun kesalahan dan dosa yang kita perbuat, harus dibereskan. Yesus menasehati para murid untuk berani mengambil tindakan terhadap ketidakberesan dalam hidup ini. Hidup tak bercacat, hidup tak bercela.

Ia ingin agar para murid-Nya tetap menjadi ‘garam yang baik’, bukan ‘garam yang hambar’. Orang curang tak mungkin mengajak orang lain berlaku jujur. Orang berdosa tak mungkin mengajak orang lain hidup suci. Yesus, aku ingin menjadi ‘garam yang berkualitas’ agar mampu mewarnai dunia ini dengan kedamaian.  Amin.***(Lumen2000.org)

Editor : Robert

163 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *