Agus Nompitu : Kopdit Mekar Sai best practice dan success story yang bisa dicontoh bagi koperasi-koperasi lain

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Agus Nompitu. (Foto : Robert)

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Agus Nompitu. (Foto : Robert)

SUARAWAJARFM.com, BANDAR LAMPUNG – Koperasi Kredit (Kopdit) Mekar Sai menjadi salah satu koperasi percontohan di Lampung. Kopdit Mekar Sai dinilai menunjukkan kinerja usaha dan keuangan yang baik, juga dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus maupun pengelolanya.

“Untuk Koperasi di Lampung kan ada salah satu contoh yang di Bandar Lampung, ada Koperasi Mekar Sai. Saya melihat ada perkembangan yang positif koperasi-koperasi tersebut sudah bisa dijadikan, katakanlah best practice ataupun success story yang bisa dicontoh bagi koperasi-koperasi lain yang ada di Provinsi Lampung,” kata Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Agus Nompitu di kantornya, Selasa, 23 Juli 2019.

Menurut Agus Nompitu, SDM Koperasi Mekar Sai dinilainya telah mumpuni, tergambar dari proses pelatihan pendidikan yang dijalankan. “Termasuk sertifikasi terhadap para pengelola koperasi baik manajernya, juru bukunya, juru tagih, ya kemudian juga yang terkait dengan sertifikasi pimpinan pimpinan cabang,” ucapanya.

Hal yang patut ditiru oleh koperasi lainya juga menurut Agus Nompitu, Koperasi Mekar Sai sudah menerapkan information technology (IT) dalam proses pengelolaan koperasinya.

“Koperasi Mekar Sai saya melihat sudah memberikan contoh nyata menggunakan IT di dalam proses pengelolaan koperasinya sudah mengakses itu. Kemarin tahun lalu saya mengikuti di akhir tahun kemarin itu tahun buku 2018 itu salah satunya koperasi Mekar Sai, saya melihat sudah memberikan contoh bagaimana proses rekrutmen di dalam kepengurusannya sudah menggunakan IT,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Lampung ini memuji inisiatif Kopdit Mekar Sai menggunakan scan barcode dalam proses pemilihan pengurus beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi contoh yang bagus ala demokrasinya koperasi yang bisa menjadi miniatur bagi proses demokrasi di Indonesia sendiri. Jadi Bagaimana proses pemilihan dengan memanfaatkan teknologi sehingga dengan demikian akan meminimalisasi terjadinya kecurangan meminimalisasi terjadinya politik uang dan sebagainya,” pungkasnya.***

Editor : Robert

238 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *