Setitik Asa Ekaristi Kaum Muda Paroki Kalirejo

RD. George Slamet Santoso, Pastor pendamping Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kalirejo pada acara EKM di Gereja Santo Martinus, Stasi Tias Bangun, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Minggu, 30 Juni 2019.

RD. George Slamet Santoso, Pastor pendamping Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kalirejo pada acara EKM di Gereja Santo Martinus, Stasi Tias Bangun, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Minggu, 30 Juni 2019.

SUARAWAJARFM.com, PUBIAN — Ekaristi Kaum Muda (EKM) memiliki asa walau setitik bagi orang muda Katolik dan seluruh umat di Paroki Kalirejo Lampung Tengah. EKM memasuki paruh ke-X, pamungkas pada tahun 2019 di Rayon Utara, Paroki Kalirejo, Lampung Utara. Kegiatan dilaksanakan di Gereja Santo Martinus, Stasi Tias Bangun, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Minggu, 29-30 Juni 2019.

Sebagai informasi, Rayon Utara Paroki Kalirejo terdiri dari 10 stasi yakni ; Stasi Tias Bangun, Karang sari Negeri Mertani, Ringin Harjo, Tanjung Mas, Bandar Sari, Sido Bangun, Sendang Agung, Sri Purnomo dan Stasi Sendang Mulyo.

George Slamet Santoso, Pastor pendamping Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kalirejo memiliki harapan sederhana, tak muluk-muluk.

“Kalian datang ke acara ini berkumpul bersama dengam teman-teman sesama kaum muda, kami sudah sangat senang,” kata Romo Joss, begitu panggilan akrab RD. George Slamet Santoso. Hal itu dikemukakannya saat homili Misa EKM di Gereja Santo Martinus, Stasi Tias Bangun, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Minggu pagi, 30 Juni 2019.

Romo Joss bangga karena dari EKM sebelumnya, di Stasi Tias Bangun inilah jumlah pesertanya paling banyak.

“Saya sangat senang karena ada 129 orang muda di ruangan ini, walau ini masih 50 persen dari jumlah total OMK di wilayah rayon utara ini,” ucapanya.

Pada homilinya Romo Joss juga mengingatkan pada orang muda untuk tidak menjadi “autis” akibat kecanduan game-game online.

“Main game online boleh, tapi jangan sampai membuat kita lupa waktu dan lupa akan tanggung jawab kita. Misal kalian masih pelajar ya tugasnya belajar. Boleh main game, tapi ya itu tadi, pakai waktu, game itu hanya jadi selingan saja kala kita bosen,” katanya.

Pada kesempatan itu Romo Joss juga mengingatkan untuk bijak dam cerdas dalam menggunakan media sosial (medsos) seperti yang disampaikan Yuli Nugrahani dan team dari Bandar Lampung.

“Sekarang zamannya berita bohong atau hoax, jadi kalian harus teliti dan cerdas ya menggunakan medsos. Gunakan medsos untuk hal-hal yang positif, membaca firman Tuhan contohnya,” tutup Romo Joss.

Martinus Supriyanto (24), Ketua OMK Rayon Utara Paroki Kalirejo memiliki harapan baik untuk kaum muda di wilayahnya.

“Harapannya, OMK semakin semangat dan bisa memaknai setiap kegiatan yang diikuti dan bisa memberi hal positif untuk pribadi mereka dan perkembangan iman mereka,” katanya singkat.

Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Tanjungkarang sengaja diundang panita EKM setempat untuk mengisi salah satu sesi. Ketua KKPPMP, Yuli Nugrahani membawa serta Gisela Novena Vivi Nathania dan Elisabet Sundari. Mereka memberikan materi bagaimana seharusnya memanfaatkan media sosial.

Yuli Nugrahani berpesan pada peserta EKM untuk cerdas dan bijak menggunakan media sosial.

“Sekarang begini, ada seorang yang tidak kau kenal, datang ke rumah bilang kalau ada pembagian komputer di rumah Pak RT. Apakah kau akan langsung menyukai orang itu dan segera pergi ke pal RT untuk minta komputer?”

“Seperti itulah kabar-kabar berseliweran di medsos. Bertanyalah, curigalah, jangan langsung like dan menyebarkan,” kata Yuli Nugrahani pada Sabtu malam, 29 Juni 2019 dihadapan 129 orang muda yang hadir.

Pesan senada juga disampaikan Gisela Novena Vivi Nathania, pegiat medsos. “Sekarang lagi musim berita bohong atau hoax, jadi teman-teman saya harap untuk berhati-hati menggunakan medsos. Selalu cek dan ricek kebenaran berita-berita di medsos ya,” kata Gisela Novena Vivi Nathania.

Ketua Stasi Tias Bangun, Thomas Warsito (58) terlihat sumringah karena merasa senang setelah bertahun-tahun lamanya dinanti, akhirnya mendapat giliran menjadi tuan rumah acara orang muda.

“Kebetulan, Stasi Tias Bangun mendapat giliran terakhir menjadi tuan rumah EKM, setiap minggu kelima,” katanya pada Sabtu malam, 29 Juni 2019 di lokasi acara.

Warsito bahkan berharap kegiatan EKM ini menjadi awal “kebangkitan” kegiatan berikutnya untuk orang muda.

“Sebagai orangtua dan mewakili umat disini saya mengharapkan sekali agar kegiatan seperti ini diadakan secara rutin supaya ke depan umat katolik terutama orang muda di wilayah ini semakin dewasa,” ucapnya bersemangat.

Pendamping OMK Paroki Kalirejo, Mbah Didi (37) berharap besar pada EKM yang diadakan di wilayahnya.

“Karena ajang semacam ini untuk menguatkan orang muda satu sama lain agar keprihatinan bersama teman kita yang ‘loncat pagar’ bisa dicegah,” harapnya.***

Editor : Robert

65 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *