KKPPMP Keuskupan Tanjungkarang Gelar Diskusi Tentang Gender

Diskusi bertema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Keluarga sebagai Citra Allah” diikuti oleh 20 orang dari berbagai kelompok dan kongregasi yang ada di sekitar Bandar Lampung, Lampung Selatan dan Pringsewu.

Diskusi bertema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Keluarga sebagai Citra Allah” diikuti oleh 20 orang dari berbagai kelompok dan kongregasi yang ada di sekitar Bandar Lampung, Lampung Selatan dan Pringsewu.

SUARAWAJARFM.com, BANDAR LAMPUNG — Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, beberapa waktu lalu, 20 Mei 2019, Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Tanjungkarang mengadakan diskusi internal. Diskusi diadakan bersama jaringan pemerhati gender lingkup Keuskupan Tanjungkarang, bertempat di Mister Geprek 3, Bandar Lampung.

Tema yang diangkat dalam diskusi ini adalah “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Keluarga sebagai Citra Allah”. Acara dihadiri oleh 20 orang dari berbagai kelompok dan kongregasi yang ada di sekitar Bandar Lampung, Lampung Selatan dan Pringsewu. Diskusi diawali dengan pemaparan hasil pertemuan nasional penggiat gender dan pemberdayaan perempuan KWI yang sudah digelar bulan lalu oleh utusan dari Lampung, Maria Torra Pratiwi dari Margoagung.

Secara umum Torra menceritakan proses yang terjadi dalam pernas disertai dengan hasil-hasil yang didapat dalam pernas melalui diskusi kelompok, pleno, perjumpaan dengan narasumber maupun dengan peserta lain dari seluruh Indonesia. Dinyatakan bahwa masalah-masalah ketidakadilan gender masih saja terjadi dalam masyarakat Indonesia dan muncul dalam berbagai bentuk. “Walau berbeda sesuai dengan situasi daerah masing-masing, ada kemiripan masalah yang muncul dari berbagai keuskupan yang hadir dalam pertemuan ini,” kata Torra.

Masih menurutnya, sebagian yang muncul dalam rumusan hasil pernas, masalah-masalah itu adalah  masih banyak perempuan, anak-anak dan kelompok marjinal mengalami tindak kekerasan, menjadi korban perdagangan manusia.

“Selain itu, tidak mendapatkan akses pembangunan yang memadai, kesulitan mendapatkan pekerjaan, kehilangan akses pangan, gizi buruk, pernikahan dini, putus sekolah, dan sebagainya,” imbuhnya.

Dijelaskan Torra, dalam pernas juga muncul aneka tantangan yang dihadapi oleh perempuan dan laki-laki dengan  perkembangan teknologi informasi yang pesat. “Di satu sisi banyak kemajuan yang ditawarkan dengan adanya kemudahan-kemudahan komunikasi dan informasi menggunakan gadget/smartphone, namun di sisi lain juga menurunkan kualitas relasi antar pribadi dan menjadi pintu masuk masalah perselingkuhan, perceraian, pelecehan, pornografi, perdagangan manusia, dan sebagainya, tutupnya.

Melalui beberapa rekomendasi yang sudah disuarakan dalam pernas, selanjutnya dilakukan diskusi yang dipandu Yuli Nugrahani penanggungjawab KKPPMP Keuskupan Tanjungkarang. Dalam diskusi tersebut, memunculkan situasi khas yang ada di Lampung, termasuk geliat yang sudah dilakukan oleh kelompok-kelompok yang ada. “Semuanya sepakat masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan untuk sampai pada keadilan dan kesetaraan gender,” kata Yuli Nugrahani menyimpulkan hasil diskusi.

Asal tahu saja, diskusi singkat ini akan dilanjutkan pada perjumpaan berikutnya dengan mendalami Surat Gembala KWI 2004 tentang Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki sebagai Citra Allah.***

Editor : Robert

265 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *