Ketika Harus Memilih

Nabi Daud. (Foto: httpenjelicalie.wordpress.com)

Nabi Daud. (Foto: httpenjelicalie.wordpress.com)

1 Tawarikh 21:13 | Selasa, 04 Juni 2019

“… biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya….”

Renungan Harian

“Berikan aku tiga permintaan” merupakan salah satu bagian kalimat populer yang diucapkan oleh pemilik lampu ajaib dalam kisah Aladin. Permintaan yang dapat mengubah hidup seseorang, miskin menjadi kaya, lemah menjadi kuat dan berbagai permintaan menggiurkan lainnya. Namun apa jadinya jika yang diberikan bukanlah permintaan, melainkan pilihan akan malapetaka?

Daud harus menerima konsekuensi dari perbuatannya. Menyadari kesalahannya, menghadapi pilihan yang berat dan membingungkan itu, Daud memilih untuk menyerahkan keputusannya kepada Sang Pemberi hukuman. Bagi Daud, menghadapi malapetaka itu bersama Tuhan menjadi pilihannya ketimbang jatuh ke tangan manusia (ay. 13).

Kita seringkali harus menghadapi hal serupa dengan yang dihadapi oleh Daud. Dan hal ini tentunya tidaklah mudah bagi kita untuk memutuskan tindakan apa yang harus kita lakukan. Mengacu dari buah pengalaman kita berjalan bersama Allah dalam kehidupan kita. Setelah semua hal baik dan buruk yang dialaminya, maka hendaknya kita bisa memiliki keberanian untuk tetap memilih dan mengandalkan Allah dalam situasi yang sulit. Perjalanan hidup kita  bersama Allah tak hanya mampu menentukan pilihan yang tepat, namun juga membawanya kepada Pribadi yang tepat.

PILIHLAH HAL YANG MEMBUAT ANDA TETAP BERADA DI DEKAT-NYA.***

Sumber : Lumen2000.org

Editor   : Robert

114 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *