Yayasan Pelita Kasih Lampung Gelar Peringatan Meninggalnya Romo Janssen

Para alumni sekolah yang didirikan oleh Romo Janssen di Provinsi Lampung. (Foto : Paulus Parjan)

Para alumni sekolah yang didirikan oleh Romo Janssen di Provinsi Lampung. (Foto : Paulus Parjan)

SUARAWAJARFM.com, BANDAR LAMPUNG – Yayasan Pelita Kasih Lampung mengenang Romo Paulus Hendrikus Janssen, CM beberapa waktu lalu, Rabu, 01 Mei 2019 di di Jalan S.A Tirtayasa, Kompleks Perum Wijaya 3, RT 006 LK II, Kelurahan Sukabumi Indah, Bandar Lampung.

Romo Janssen adalah pendiri Yayasan Bhakti Luhur pada tahun 1959 di Madiun, Jawa Timur. Romo yang meninggal di Malang, 20 April 2017 lalu itu juga turut membuka Universitas Widya Mandala Madiun dan mendirikan Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI), Sekolah Menengah Kejuruan Perawat Sosial Bhakti Luhur (SMK Bhakti Luhur) di Malang, Jawa Timur.

“Alumni SMK Bhakti Luhur Malang, IPI, Pendidikan Agama Katolik, SMPS yang ada di Provinsi Lampung hari ini mengadakan misa peringatan untuk mendoakan Romo Janssen, CM yang dua tahun lalu dipanggil oleh Tuhan Yang Mahakuasa,” kata Paulus Parjan, ketua panitia pada kegiatan ini, Rabu, 01 Mei 2019, seperti dikutip dari pada Altumnews.com.

Menurut Paulus, untuk di Lampung, terdapat 40-an alumni sekolah yang didirikan oleh Romo Janssen.

“Peringatan berupa persembahan Misa, setelah itu dilanjutkan ramah tamah dan pemutaran film perjalanan perkembangan yayasan di Bhakti Luhur Malang,” jelasnya.

Paulus berharap kegiatan ini menjadi salah satu saranan untuk merekatkan ikatan kekeluargaan para alumni terutama yang berada di Provinsi Lampung.

“Semoga kami seluruh alumni tetap menjalin silahturahmi, karena kami para mahasiswa dari IPI Malang, PGA Malang, dari SMPS Malang baik yang angkatan pertama maupun dengan sekarang,” katanya.

Teladan mendiang Romo Janssen memberikan pelayanan tanpa memandang perbedaan menurut Paulus, menjadi spirit untuk mengikuti jejaknya.

“Semoga kedepannya pelayanan yang telah dibangun oleh Romo Janssen kepada mahasiswa dan alumni itu kedepannya bisa melaksanakan sesuai dengan harapan dari Romo Janssen untuk melayani kepada sesama manusia tanpa memandang dari kepercayaan agama lain,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Romo Janssen dikenal sebagai “Romo pecinta Kaum Papa.” dan “Bapak Para Penyandang Disabilitas, Miskin dan Terlantar di Indonesia”. Karya kemanusiaannya dimulai sejak di Kediri, kemudian pindah di Madiun dan sampai akhirnya menetap di Malang, Jawa Timur. Romo Paul Janssen resmi menjadi warga Negara Indonesia pada tahun 1989.

Tepat pada tanggal 20 Desember 2006, Romo Janssen memperoleh penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Solo, Jawa Tengah.***

Editor : Robert

137 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *