Sahabat Pendosa

ilustrasi-persahabatan

Ilustrasi persahabatan. (Foto : katabijaku.my.id)

LUKAS 5: 32 | Sabtu, 11 Mei 2019

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat .

Renungan Harian

Secara moral Yesus memang menjauhi pendosa dan tidak melibatkan diri dalam cara hidup mereka. Namun, Dia tidak memisahkan diri dari orang-orang yang berdosa. Dia menghabiskan waktu bersama mereka dan menjadi sahabat mereka. Seperti Yesus, kita memang harus berelasi dengan semua orang dari segala lapisan masyarakat dalam aktivitas kita sehari-hari.

Tertullian, seorang penulis berkebangsaan Romawi pada awal abad ketiga, menggambarkan hubungan antara orang Kristiani dengan orang non-Kristiani pada zamannya demikian, “Kami hidup di antara kalian, menyantap makanan yang sama, mengenakan pakaian yang sama…. Kami tinggal di dunia ini bersama kalian, kami tidak mengasingkan diri dari pertemuan umum, pasar, tempat pemandian umum, fasilitas umum, bengkel kerja, ataupun tempat penginapan…. Kami mengolah tanah bersama kalian, kami bekerja sama dengan kalian dalam urusan bisnis.”

Namun, kitapun harus mencari orang yang tersesat seperti yang dilakukan Yesus, dan itu bukanlah hal yang sulit. Alangkah baiknya jika kita selalu bertanya kepada diri sendiri, “Berapa banyak sahabat saya yang tersesat?” –David Roper.

DEMIKIANLAH, KITA DIINGATKAN : “MENJADI SAHABAT YESUS BERARTI MENJADI SAHABAT PARA PENDOSA”.***

Sumber : lumen2000.org

Editor    : Robert

 

140 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *