Puasa, Amal dan Doa

Credit foto : renungankatolik.wordpress.com

Credit foto : renungankatolik.wordpress.com

Sahabat, hari ini kita merayakan Rabu Abu, awal masa Prapaskah, masa retret agung, masa pertobatan. Bertobat kepada Tuhan harus disertai niat yang ikhlas. Hal itu dianggap mutlak oleh nabi Yoel.

Untuk itu, maka perlu diungkapkan dengan cara berpantang dan berpuasa secara lahiriah. Dengan demikian, belas kasih Tuhan dapat diandalkan. Dialah satu-satunya Allah yang benar dan setia menepati janji-Nya (Bac I).

Sebagaimana Bapa mengutus Putra untuk memperdamaikan dunia dengan diri-Nya, demikian pula Putra mengutus para rasul untuk menyampaikan rahmat Allah kepada umat.

Paulus berharap agar seruan itu jangan sampai sia-sia bagi mereka. Bukankah masa Prapaskah adalah saat yang paling tepat untuk menjawab seruan itu? (Bac II).

Matius menambah ajaran Nabi Yoel. Ditekankannya kesungguhan hubungan kita dengan Tuhan. Tiga hal yang ditandaskan: puasa, amal, dan doa. Di situlah terungkap kepatuhan kita kita akan kehendak Bapa, sebagaimana termaktub dalam perintah-perintah-Nya. Sikap sok suci, munafik agar berkenan pada orang, harus kita jauhi, sebaliknya, sikap hidup terbuka terhadap Tuhan, hendaknya kita usahakan.

Sahabat, kerap kali kita tangguhkan apa yang kini dapat kita lakukan. Esok saja! Tetapi, untuk bertobat, esok sudah terlambat. Siapa pun yang mengatakan itu, membawa pesan Allah kepada kita, entah itu dikatakan oleh para nabi dan rasul, entah oleh majikan ataupun malahan anak-anak kita, entah pula anjuran para penguasa atau Sri Paus.

Bila kita mau memberikan dengan tulus hati kepada Allah dan manusia, apa yang menjadi ahknya, maka kita harus mendengarkan suara ini dengan ikhlas dan bertobat kepada Tuhan. Maka, kita harus mau berjuang, berpuasa, dan beramal, bukan agar dilihat dan dipuji orang, melainkan agar berkenan di hati Dia, yang menyelami batin kita, ilah Allah pengasih dan penyayang.

Doa

Bapa, perkenankanlah semua pengikut Kristus memasuki masa Prapaskah ini. Kuatkanlah kami agar mampu menentang kuasa kejahatan. Semoga kami dapat menyangkal diri dan menemukan kekuatan karena berpantang dan berpuasa. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, kini dan selamanya. Amin.

Selamat memulai Masa Prapaskah, Masa Retret Agung. Selamat Berpuasa dan Berpantang serta Berbagi: Mempersembahkan Buah Bungaran.

Tuhan memberkati.***

Oleh : RD Piet Yoenanto Sukowiluyo (Pastor Kepala Paroki Bandar Sribawono Lampung Timur)

149 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *