Berikut Pesan Romo Roy, Pada Caleg Kristiani di Lampung

Romo Roy bersama para caleg pada acara “Silaturahmi Caleg Kristiani 2019” di Wisma Albertus, Bandar Lampung, Rabu, (20/02) lalu.

Romo Roy bersama para caleg pada acara “Silaturahmi Caleg Kristiani 2019” di Wisma Albertus, Bandar Lampung, Rabu, (20/02) lalu.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Romo Philipus Suroyo atau yang lebih dikenal Romo Roy memiliki tiga kriteria jika ingin terjun dalam dunia politik. Amunusi berupa kemampuan finansial memang perlu, namun ada tiga “amunisi” lain yang tak kalah penting. Pesan ini terutama bagi umat kristiani yang ingin terjun di dunia politik pun bagi sekarang yang sudah berkecimpung.

Amunisi atau bekal pertama menurut Romo Roy adalah dengan hal-hal yang bersifat rohani.

“Amunisi yang paling mendasar adalah hal-hal yang bersifat rohani. Semakin berkarya di luar maka bapak-ibu harus memiliki spiritual yang kuat, supaya tidak mudah tercerabut karena akan banyak ‘kompromi-kompromi ‘ politik,” kata Romo Roy. Hal itu dikemukakannya saat memberikan wejangan pada acara “Silaturahmi Caleg Kristiani 2019” di Wisma Albertus, Bandar Lampung, Rabu, (20/02) lalu.

Menurut Romo Roy, segala hal yang akan diputuskan saat telah terjun pada dunia politik, entah itu sebagai anggota legislatif daerah maupun pusat hendaknya menfilter dari kaca mata iman.

“Supaya deal kita itu tidak membawa kita terjerembak pada alam kegelapan tapi membawa terang, berkat dan amanah. Maka harus melihat semuanya dalam perspektif iman, keputusan-keputusan dicerna dan dilihat dari mata iman Anda,” kata Sekretaris FKUB Provinsi Lampung ini.

Menurut Ketua HAAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang ini, “amunisi” kedua yang harus dimiliki ialah ‘teras yang batin luas’. Dikatakan Romo Roy, membuka teras batin seluas-luasnya hingga kehadiran di dunia politik menjadi tanda berkat bagi sesama serta mengedepankan moral.

“Artinya bahwa karya Anda merupakan buah hasil dari kedekatan intimitas kita dengan Dia, sehingga ranah sosial politik, dalam arti tertentu sarana menghadirkan dan tanda cinta Tuhan kepada orang lain, bukan sekedar profit, ini menjadi ranah kongrit menjadi tanda berkat, menjadi politik bermoral,” tegas Romo Roy.

Kemudian amunsisi yang ketiga lanjut Romo Roy, kesadaran bahwa terjun di dunia politik adalah kerelaan untuk melayani masyarakat, bukan malah sebaliknya.

“Anda hadir dalam sosial politik adalah untuk melayani. Hakekat pemimpin adalah kekuasaan, kekuasaan identik dengan melayani. ini adalah sejatinya,” tegas Pastor jebolan Lemhanas tersebut.

Romo Roy menegaskan sebagai pengikut Yesus, spirit yang dibawa harus selaras dengan ajaran-Nya. Romo Roy yang kini juga sebagai Pastor rekan di Paroki Maria Ratu Damai ini mengutip Injil Matius 20:28 untuk memberi motivasi pada selurh caleg yang hadir.

“Sama seperti Anak Manusia yang datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.”

“Anda hadir untuk itu melalui ranah politik menjadi manusia yang siap dipecah yang siap keluar dari zona nyaman, yang siap untuk berkorban. Kebahagian justru ditemukan dalam derita, semakin banyak orang berkorban, mau membahagiakan orang lain disitu ia menemukan kebahagian,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Romo Roy menjadi salah satu pamateri yang diminta untuk membekali 30 calon anggota legislatif (caleg) Kristiani di Lampung. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Forum Komunikasi Umat Kristiani (FKUK) Provinsi Lampung.***

Editor : Robert

164 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *