Gereja Katolik Dirikan Dapur Umum Untuk Korban Terdampak Tsunami di Kalianda

Umat Katolik di Kalianda sedang menyiapkan nasi bungkus untuk korban terdampak tsunmi di Kalianda.

Umat Katolik di Kalianda sedang menyiapkan nasi bungkus untuk korban terdampak tsunami di Kalianda.

KALIANDA, SUARAWAJARFM.com — Gereja Katolik menerima dan menyalurkan bantuan logistic untuk korban terdampak tsunami di Kalianda, Lampung Selatan. Dapur umum didirikan di Rumah Khalwat Ngison Nando samping Komando Distrik Militer Lampung Selatan, di Jalan Sukarno Hatta sejak Minggu, 23 Desember 2018 lalu.

“Setiap hari, hapir seribu nasi bungkus kami bagikan untuk para korban terdampak di kantong-kantong posko pengungsian di Kalianda,” kata Pastor Kepala Unit Pastoral Bakauheni RD. Bernardus Haryanto Silaban beberapa waktu lalu di Posko Ngison Nando.

Menurut Romo Bernardus, dapur umum yang didirikan umat Katolik di unit parokinya ini dikoorninir oleh Caritas Tanjungkarang.

Catiras merupakan perserikatan dari 164 organisasi bantuan bencana, pembangunan dan pelayanan sosial yang beroperasi di lebih dari 200 negara dan teritori di seluruh penjuru dunia.

“Dapur umum ini kami dirikan sehari pasca tsunami selat sunda yang melanda saudara-saudara kita di Kalianda. Tepatnya pada 23 Desember 2018, pokso di Ngison Nando sudah berdiri dan langsung mendistribusikan bantuan berupa nasi bungkus,” katanya.

Dijelaskan Romo Bernardus, relawan dan bantuan datang dari pelbagai paroki, ormas katolik dan konggregasi biarawati di Keuskupan Tanjungakrang maupun secara pribadi.

“Ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas umat katolik untuk para korban tsunami di Kalianda,” pungkasnya.

Sementara itu, RD Wolfram Safari yang kesehariannya berada di Dapur Umum Ngison Nando mengatakan bahwa hal ini murni aksi solidaritas dan kemanusiaan umat Katolik di Lampung.

“Jadi kita tidak berpikir yang lain-lain lah dalam arti kita murni membantu mereka mengenal kita atau tidak itu proses ke depan lah, proses selanjutnya. Tetapi yang lebih utama kita membantu mereka yang sedang membutuhkan,” kata Pastor rekan di Unit Pastoral Bakauheni ini.

Menurut Romo Wolfram membantu sesama yang membutuhkan juga sejalan dengan pesan Natal.

“Kalau kita punya makanan lebih kita harus membantu dan berbagi kepada mereka. Itu kan pesan Yohanes Pembabtis sebelum Natal untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat dan itu kesempatan yang baik pada Natal kali ini,” pungkas Romo Wolfram.***

Editor : Robert

159 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *