Menyepi Untuk Berdoa

Berdoa-dengan-benar-secara-Katolik

Credits : Google

Renungan Harian Rabu, 09 Januari 2019 (Pekan Sesudah Penampakan)

Bacaan:

1 Yohanes 4:11-18

Markus 6:45-52

Sahabat, cinta kasih yang menghubungkan manusia satu sama lain merupakan tanda persatuan dengan Allah. Tetapi, menaruh cinta kasih seturut teladan Kristus menggambarkan iman yang sama. Allah Tritunggal Mahakudus bersemayam di dalam hati manusia dan cinta kasih-Nya menghalau rasa takut.

Yesus menyepi untuk berdoa. Tetapi, malam harinya Ia mendekati para murid. Ia berjalan di atas air dan menenangkan laut. Semuanya itu menunjukkan kemuliaan Mesias. Tetapi, para murid bingung. Yesus yang menenteramkan hati mereka.

Sahabat, sering lampu kita padam, atau kita merasa cemas dan prihatin. Kita lalu mencari pegangan atau meraba-raba dalam kegelapan. Kita ini seperti para rasul dalam perahu dan berjuang melawan air dan angin. Sungguh kita terhibur, bila mendengar sabda Yesus, “Tenanglah, jangan takut!” Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, kita harus tetap tabah dalam iman kita bahwasannya Tuhan beserta kita dalam diri Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bapa, jauhkanlah kiranya rasa takut dari hati kami, dan tanamkanlah sikap kesediaan menartuh cinta kasih kepada sesama, sehingga dengan demikian kami dapat memasuki kedamaian yang dibawa oleh Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, kini dan selamanya. Amin.

Tuhan memberkati.***

Penulis : RD Piet Yoenanto Sukowiluyo (Pastor Kepala Paroki Bandar Sribawono Lampung Timur)

111 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *