Natal Oikoumene, Momentum Umat Kristiani di Lampung Membantu dan Mendoakan Korban Tsunami

Panitia Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Lampung tahun 2018 bersama forkopimda di Gereja Kristen Tritunggal, Teluk Betung Bandar Lampung pada Jumat, 28 Desember 2018.

Panitia Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Lampung tahun 2018 bersama forkopimda di Gereja Kristen Tritunggal, Teluk Betung Bandar Lampung pada Jumat, 28 Desember 2018.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Melalui Perayaan Natal Oikoumene Umat Kristiani 2018, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengajak warganya memupuk tanggung jawab dan solidaritas yang tinggi untuk membangun bangsa.

Melalui Perayaan Natal Oikoumene Umat Kristiani 2018, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo Mengajak warganya memupuk tanggung jawab dan solidaritas yang tinggi untuk membangun bangsa.

Hal tersebut diungkapkan dalam sambutan yang diwakili Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatandan SDM, Hanibal, di Gereja Kristen Tritunggal, Teluk Betung Bandar Lampung pada Jumat, 28 Desember 2018.

Gubernur Lampung mengatakan, tahun ini telah terjadi bencana alam tsunami dan air laut pasang di pesisir pantai wilayah Lampung dan Banten.

Bencana ini adalah luka bersama, sehingga diharapkan masyarakat Lampung, untuk bisa saling membantu dan mendoakan agar saudara-saudara kita dapat segera bangkit dan bangun kembali serta terbebas dari segala bentuk penderitaan.

“Momentum ini juga dapat dijadikan sebagai sarana menjalin hubungan yang harmonis dan lebih baik antar umat beragama di wilayah Provinsi Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perayaan Natal Oikoumene 2018 Lampung, Pendeta Edy Wagania mengatakan, dalam perayaan Natal tahun ini, diharapkan seluruh warga bisa menjaga, merawat serta memelihara kerukunan umat beragama, terlebih saat ini telah mendekati masa pemilihan calon legislatif dan kepala negara.

Kedepan semoga nantinya para calon yang terpilih dapat meneruskan tongkak estafet pemerintahan yang lebih baik dan semua berjalan dengan lancar, Lampung tetap aman.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua satu panitia Perayaan Natal Oikoumene 2018 Lampung, Romo Roy mengatakan, Natal tahun ini spesial, karena umat kristiani prihatin dengan adanya bencana tsunami yang melanda saudara-saudara kita di pesisir selatan.

“Duka mereka adalah duka bersama, maka selain mendoakan, umat kristiani juga telah memberikan bantuan untuk korban bencana, dan hasil donasi telah diserahkan kepada pihak panitia penyaluran bantuan dilokasi bencana” pungkas Ketua Komis Kerawan dan HAAK Keuskupan Tanjungkarang ini.

Di tempat yang sama, Bendahara Perayaan Natal Oikoumene 2018 Lampung, Mungliana Susanto mengajak umat kristiani untuk berbagi kasih membantu para korban tsunami selat sunda.

“Melihat saudara-saudara yang terkena bencana tsunami yang saat ini mengalami kesulitan dan kesusahan, mari saya mengajak semua untuk Kristiani khususnya dan masyarakat Lampung pada umumnya, kita semua berbagi kasih untuk saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita,” kata Mungliana.

Sebagai infomasi, Natal Oikoumene Provinsi Lampung 2018 dibagi dalam dua bagian; pertama, perayaan diawali dengan ibadah Natal bersama. Dalam kotbahnya, Ketua PGI Provinsi Lampung, Pdt.Dr.Bambang H.Wijaya mengatakan bahwa Natal adalah tanda cinta kasih Allah yang besar pada umat manusia yang berdosa lewat PuteraNya terkasih Yesus Kristus.

“KelahiranNya memberi harapan baru dan melahirkan sukacita besar di hati umat manusia. Pertanyaannya, sejauhmana Perayaan Natal ini membawa pengaruh dan perubahan dalam hidup?” kata Pdt.Dr.Bambang H.Wijaya.

“Kita semua dipanggil untuk menjadi setitik terang di tengah kegelapan hidup dan membawa harapan bagi banyak orang. Seperti Yesus Kristus PuteraNya,” katanya.

Seusai ibadah Natal dilanjutkan dengan perayaan seremonial bersama dengan forkopimda, para tokoh lintas agama, tamu undangan lainnya dan umat Kristiani.***

Editor : Robert

 

202 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *