Ajak Wartawan, BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Helat Ngopi Ngobrol Bareng Program Terkini

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Bandar Lampung, Edi Wiyono. Foto : Robert/Radio Suara Wajar

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Bandar Lampung, Edi Wiyono. Foto : Robert/Radio Suara Wajar

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bandar Lampung menggelar diskusi media bertema “Ngopi ngobrol bareng program terkini. ” Acara berlangsung di Rumah Makan Kayu, Way Halim, Bandar Lampung, 13 Desember 2018.

“Saat ini banyak beredar informasi di media sosial tentang BPJS yang tidak benar atau hoax. Maka diharapkan dengan ngobrol bersama media ini dapat memberikan pencerahan,” kata Kepala bidang SDM Umum Dan Komunikasi Publik, Nurman pada sambutan pembukanya.

Acara diisi dengan pemaparan mengenai regulasi-regulasi terkini, diantaranya tentang Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2017. Selain itu, BPJS juga melaporkan perkembangan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Serta, total pendapatan iuran BPJS yang mengalami peningkatan yaitu sebesar Rp235 triliun dalam 4 tahun terakhir, meskipun belum bisa menutupi biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS.

Setelah pemaparan materi dari Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Bandar Lampung, Edi Wiyono, dilanjutkan sesi diskusi. Sejumlah jurnalis dari berbagai media masa di Lampung antusias mengajukan berbagai pertanyaan, diantaranya mengenai persoalan defisit anggaran BPJS.

Sementera itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung dr. Johana dalam kesempatan itu mengutakrakan akan pentingnya Kader JKN sebagai penggerak partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Program JKN-KIS.

Menurut dr. Johana, Kader JKN merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Program JKN-KIS dan diharapkan akan mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, serta sebagai pengingat dan pengumpul iuran.

“Kader JKN-KIS merupakan orang yang memiliki kapasitas sesuai dengan kriteria dan direkrut oleh BPJS Kesehatan untuk melakukan fungsi tertentu yaitu fungsi sosialisasi atau pemasaran sosial, perekrutan peserta, pengingat dan pengumpulan iuran,” katanya.

“Kader JKN-KIS juga berfungsi sebagai pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada  peserta PBPU yang aktif maupun menunggak,” tutupnya.**

154 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *