BI Tarik Uang kertas tahun 1998-1999

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Lampung  Budiharto Setyawan, (dua dari kanan), saat menggelar konferensi pers dikantornya, Kamis 6 Desember 2018.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Lampung Budiharto Setyawan, (dua dari kanan), saat menggelar konferensi pers dikantornya, Kamis 6 Desember 2018.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi Lampung, mengimbau  masyarakat yang memiliki pecahan uang kertas tahun emisi 1998-1999 untuk segera ditukarkan ke Bank Indonesia, hingga batas akhir 30 Desember 2018.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Lampung, Budiharto Setyawan, saat menggelar konferensi pers dikantornya, Kamis 6 Desember 2018.

Dalam gelaran tersebut Budiharto menjelaskan, Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008, telah melakukan pencabutan dan penarikan beberapa pecahan uang kertas Rupiah, yaitu :

  1. Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Tjut Njak Dhien),
  2. Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hadjar Dewantara),
  3. Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan
  4. Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr. Ir. Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta).

Bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, dapat melakukan penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia hingga 30 Desember 2018.

Bank Indonesia membuka layanan penukaran sampai dengan 30 Desember 2018, termasuk layanan khusus pada 29–30 Desember 2018 di semua Kantor Perwakilan Bank Indonesia termasuk KPw BI Provinsi Lampung.

Masyarakat akan mendapatkan penggantian sesuai nominal yang ditukarkan (tanpa ada potongan) selama uang itu memenuhi kriteria yakni

– Uang Rupiah Asli

– Apabila  kondisi uang Rusak, fisik uang harus lebih dari 2/3 bagian atau 67%

– Bukan uang mutilasi (nomor seri kanan dan kiri berbeda)

Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah.

Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar uang dan adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas.***

Reporter : Robert

 

179 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *