Mahasiswa PGMI UIN Ikuti Kursus Mahir Dasar

Upacara pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD ) bagi mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ( PGMI ) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Upacara pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD ) bagi mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ( PGMI ) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com – Jumat malam (30/11) bertempat di Aula Pusdiklatda dilaksanakan upacara pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD ) bagi mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ( PGMI ) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Acara pembukaan kursus dihadiri Ketua Harian Kwarda Lampung kak Zainuri, Wakil Dekan III Bapak Ruban Masykur, Kepala Pusdiklatda Afif Ansori, serta sejumlah Pengurus Kwarda Lampung.

Menurut Kak Zainuri yang ditemui usai pembukaan mengatakan bahwa KMD ini diadakan khusus untuk mahasiswa PGMI sebagai persyaratan mata kuliah kepramukaan di program studi PGMI. KMD bagi mahasiswa PGMI ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung 30 November hingga 5 Desember 2018 dan gelombang kedua dari 11 hingga 16 Desember 2018.

Lebih lanjut Kak Zainuri menjelaskan bahwa Pendidikan Kepramukaan dalam kurikulum 2013 merupakan ekstra kurikuler (ekskul) wajib di sekolah dasar dan menengah. Sehingganya dengan kursus ini diharapkan mahasiswa PGMI dapat memahami dasar-dasar dalam membina pramuka di madrasah. Masih banyak sekolah yang menunjuk guru belum mengikuti KMD untuk menjadi Pembina pramuka di sekolah tersebut. Sehingganya karena kurang mengerti tentang pramuka tak jarang mendatangkan tenaga dari luar untuk membantu membina di sekolah tersebut.

Kak Zainuri juga mengharapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga Pembina Pramuka yang berkualitas guna mendukung kurikulum 2013, diharapkan penyelenggaraan KMD maupun KML dapat lebih sering dilaksanakan. “Untuk mensiasati keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh kwartirnya, dimungkinkan Pusdiklatda maupun Pusdiklatcab menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Perguruan Tinggi atau dengan yayasan yang menaungi beberapa sekolah,” pungkas kak Zainuri.***

Reporter : Robert

171 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *