Sebuah Penelitian Sebut Mie Instan Jadi Salah Satu Penyebab Anak-anak Dikirim ke Rumah Sakit, Kok Bisa?

Cara memasak mie instan yang tepat. Foto : tribunnews

Cara memasak mie instan yang tepat. Foto : tribunnews

SUARAWAJARFM.com — Mie instan adalah salah satu makanan cepat saji yang hampir ada di seluruh dunia.

Akan tetapi banyak kasus yang membuat mie instan cukup berbahaya untuk di konsumsi.

Bahkan dalam beberapa kasus, beberapa orang ada yang mengalami penyakit karena mengkonsumsi mie instan, ada pula yang berujung tragis.

Bahkan dalah sebuah laporan terbaru yang dikutip dari BuzzFeed News pada Jumat (2/11/18), memiliki risiko yang rentan terhadap anak-anak.

Dalam penelitian tersebut dikatakan, produk mie instan yang dipanaskan bertanggung jawan atas 1 dari 5 anak mengalami luka bakar.

Akibatnya setiap tahun, anak-anak ini dikirim ke ruang gawant darurat menurut penelitian yang dipresentasikan Konferensi Nasional Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika 2018.

“Lepuh bakar adalah penyebab utama cedera yang dapat dicegah di antara anak-anak,” kata Dr. Courtney Allen.

“Penelitian kami menemukan bahwa tumpahan sup instan bertanggung jawab untuk sejumlah besar luka bakar yang menyakitkan ini,” tambah Dr. Courtney Allen, seorang dokter pengobatan darurat anak di Emory University, Atlanta, dan penulis penelitian itu.

Dalam penelitian tersebut, Allen dan timnya memeriksa data Sistem Pengawasan Cedera Elektronik Nasional selama satu dekade.

Mulai dari 2006-2016, mereka mencari anak-anak dengan luka bakar melepuh yang disebabkan tumpahan kuah mie instan, microwave, atau cangkir sup yang berhubungan dengan mie instan.

Para peneliti menemukan, lebih dari 9.500 luka bakar setiap tahunnya dialami oleh anak-anak usia 4 hingga 12 tahun.

Bagian tubuh yang paling sering terbakar adalah batang tubuh, terhitung sekitar 40% cedera, diikuti oleh ekstremitas bagian bawah.

Seperti kaki dan kaki, dan kemudian ekstremitas atas, termasuk lengan dan tangan.

Usia rata-rata anak-anak yang menderita cedera tumpahan sup instan adalah 7, dan sekitar 57% anak-anak yang dibakar adalah perempuan.

Cairan panas ini dapat menyebabkan luka bakar tingkat pertama, kedua dan ketiga tergantung pada suhu cairan dan lama paparan.

Air mendidih pada suhu 212 derajat Fahrenheit, tetapi tidak terlalu panas untuk menyebabkan kerusakan serius, begitu air mencapau 155 derajat.

Meski demikian, tidak ada luka dari produk mie dan sup yang dianalisis dalam penelitian ini mengakibatkan kematian, dan 90% dari anak-anak dirawat dan dilepaskan dalam satu kunjungan.***

Sumber : Intisari-online.com

Editor    : Robert

76 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *