Ekonomi Syariah, Arus Baru Peretas Konglomerasi

Riandi Fadhillah, mahasiswa jurusan Muamalah Fakultas Syariah UIN Raden Intan dan tiga rekannya usai mengikuti Kuliah Umum “Peran Hukum Islam dalam Pengembangan Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia” dengan narasumber guru besar ekonomi syariah Prof. Dr. (HC) KH. Ma'ruf Amin, di GSG UIN Raden Intan Lampung, Senin (26/11/2018). Foto : Muzzamil

Riandi Fadhillah, mahasiswa jurusan Muamalah Fakultas Syariah UIN Raden Intan dan tiga rekannya usai mengikuti Kuliah Umum “Peran Hukum Islam dalam Pengembangan Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia” dengan narasumber guru besar ekonomi syariah Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin, di GSG UIN Raden Intan Lampung, Senin (26/11/2018). Foto : Muzzamil

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Ribuan mahasiswa lintas fakultas dan civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung antusias menyimak ceramah umum guru besar ekonomi syariah, Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin, M.A., di GSG kampus itu, Sukarame, Bandarlampung, Senin (26/11/2018) sore.

Dalam kuliah umum bertajuk “Peran Hukum Islam dalam Pengembangan Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia” itu, Ketua MUI nonaktif sekaligus Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI KH. Ma’ruf Amin memaparkan garis besar pemikirannya terkait dinamika proses, potensi dukungan kultural, bentang kendala struktural dan rekomendasi apa yang harus dilakukan demi pembumian ekonomi berbasis syariah dalam arus utama percaturan ekonomi nasional.

Saat sesi tanya jawab, tiga mahasiswa mendapat kesempatan bertanya. Dua diantaranya menyoal bagaimana peran serta generasi muda memberikan sumbangsihnya guna upaya pembumian ekonomi syariah dalam praktik kehidupan ekonomi Indonesia.

Pantauan redaksi, kegiatan yang berlangsung sekitar 1,5 jam mulai ba’da Ashar tersebut tak membuat lalu lintas di sekitar kampus tersohor itu tersendat. Arus lalu lintas relatif lancar berkat kesigapan aparat Polresta Bandarlampung yang bersiaga.

Usai kegiatan, Ahmad M. Nur, mahasiswa semester I Jurusan Politik Islam Fakultas Ushuluddin UIN Raden Intan yang diwawancarai di pintu gerbang kampus, mengaku kurang fokus mengikuti kuliah umum tersebut.

“Mungkin karena saya mahasiswa baru, dan temanya beda dengan jurusan kuliah saya kali ya, tapi acaranya bagus kok,” ujar alumnus SMA Negeri 1 Kotabumi, Lampung Utara ini.

Berbeda dengan Riandi Fadhillah, mahasiswa semester III jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Fakultas Syariah, didampingi tiga rekannya, menyebut jika pemaparan KH. Ma’ruf Amin walau terasa datar, namun sangat tertarik dengan materinya yang cukup moncer.

Mahasiswa asal Negeribesar, Waykanan, Lampung itu bahkan bisa memahami esensi materi yang disampaikan Rais Aam PBNU 2015-2020 itu.

“Intinya, Kiai Ma’ruf ingin mengajak kita semua anak bangsa, apalagi kami generasi muda, untuk turut andil dalam membangun arus baru sistem ekonomi syariah di Indonesia,” kata Riandi, saat diwawancarai di tepi kolam dekat masjid utama kampus.

Dirinya setuju, arus baru itu diharapkan bisa jadi substitusi sistem dan praktik konglomerasi ekonomi yang masih mewabah saat ini dan terbukti hanya berefek menetes ke bawah semata.

“Ekonomi syariah, diyakini akan lebih menjadikan rakyat sebagai subyek. Seperti Kiai Ma’ruf katakan tadi, Presiden Joko Widodo sendiri all out mendukung pembumian ekonomi berbasis syariah ini antara lain lewat pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) setahun lalu. Juga telah ada fatwa MUI soal itu,” bebernya seperti mengulang ceramah Kiai Ma’ruf.

“Saya paham, kode halus Kiai Ma’ruf. Intinya, perjuangan jalur kultural dirasa cukup modal, kini saatnya perjuangan struktural untuk mengimplementasikan basis pemikiran itu. Setuju,” tutup Riandi sambil tersenyum penuh arti.

Sementara itu, malam ini rencananya Kiai Ma’ruf akan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Walisongo, Kampung Sukajadi, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Tengah.***

Reporter : Robert

138 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *