PLN Lampung Sabet Peringkat Perak SNI Award 2018

PLN Lampung Sabet Peringkat Perak SNI Award 2018.

PLN Lampung Sabet Peringkat Perak SNI Award 2018.

JAKARTA, SUARAWAJARFM.com — Riuh rendah hadirin tetamu Badan Standardisasi Nasional (BSN) asal kementerian/lembaga (K/L), lembaga sertifikasi produk, pemda, dan asosiasi/organisasi komunitas, tampak melarungi Grand Ballroom Intercontinental Pondok Indah, lantai 6, Jalan Metro Pondok Indah Kav. IV TA, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018) malam.

Wajah semringah para peraih penghargaan Malam Penganugerahan SNI Award 2018 yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB itu jadi saksi puncak pencapaian standardisasi 56 organisasi dan perusahaan terpilih, yang berkinerja baik dan konsisten menerapkan dan mempromosikan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dibuka resmi oleh Ketua BSN RI Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc., dan disiarkan langsung melalui media sosial BSN, SNI Award 2018 gelaran tahun ketiga ini adalah penghargaan tertinggi Pemerintah RI kepada para organisasi penerap SNI.

“Diberikan secara gratis, bersih, dan independen, sebagai apresiasi atas komitmen yang tinggi dalam menerapkan SNI secara konsisten dan berkelanjutan, berkinerja baik dan mampu menginternalisasi aspek sosial ekonomi dan lingkungan dalam organisasinya,” keterangan resmi BSN.

Dalam kesempatan itu, penghargaan diberikan kepada 8 organisasi penerap SNI terbaik peringkat perunggu, 27 (perak), 18 (emas), 3 (platinum), dan terbaru, 1 peringkat Grand Platinum.

Peringkat Grand Platinum yang diraih PT. Pupuk Kaltim jadi pembeda dari gelaran tahun sebelumnya, sebagai penghargaan khusus bagi organisasi yang tiga kali berturut-turut mampu mempertahankan peringkat platinum.

Pupuk Kaltim sekaligus meraih peringkat platinum, bersama PT. Petrokimia Gresik, Jawa Timur, dan PT. Adhya Tirta Batam, Kepulauan Riau.

Peringkat emas diraih PT. Schneider Electric Indonesia yang sukses bawa pulang 4 trofi untuk Unit Edac, Unit Trafo Cibitung, Unit Cikarang, dan Unit Service. Disusul PT. PLN, diraih PLN Distribusi Jakarta Raya, PLN Distribusi Jawa Barat, dan PLN PJR Sumatera.

Lalu, PT. Aneka Tambang (Antam) Indonesia, diraih UBPP Logam Mulia dan UBPN Sulawesi Tenggara. Juga, PT. Garudafood Putra Putri Jaya, diraih Divisi Biskuit Gresik dan Rancaekek.

Juga ada PT. Pelindo III, PT. Pertamina Lubricants, PT. Kereta Commuter Indonesia, dan PT. Pupuk Sriwidjadja (Pusri) Palembang, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Surabaya (Ubaya), dan Unika Atmajaya Jakarta.

Peringkat perak disabet PT. PLN Distribusi Lampung, Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perhutani), Perum Percetakan Uang RI (Peruri), PT. GMF Aero Asia, RS Khusus Mata Provinsi Sumatera Selatan, Universitas Negeri Makassar, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan, Jatim.

Kemudian, PT. Hakaaston, PT. Terminal Teluk Lamong, PT. Voksel Electric Tbk., PT. Servvo Fire Indonesia, PT. KMI Wire & Cable Tbk., Trisula Textile Industries, PT. Wilmar Nabati Indonesia, dan PT. Bakrie Pipe Industries.

Sebanyak tiga trofi peringkat perunggu diraih PT. Aqua Golden Mississipi Bekasi, dan Citereup, serta PT. Tirta Investama Citereup, Jawa Barat.

Membersamainya, PT. Semen Baturaja, PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Yogyakarta, PT. Prima Layanan Nasional Enjiniring, dan CV. Sewu Jaya.

Seluruh penerima mendapat sertifikat dan trofi SNI Award, setelah sebelumnya mengikuti tahapan mulai pendaftaran Maret 2018, proses seleksi hingga malam puncak.

Ketua BSN Bambang Prasetya menjelaskan, keseluruhan proses yang dilakukan tim evaluator dan tim dewan juri itu tak dipungut biaya. Namun, meraihnya tak mudah. Peserta SNI Award harus memenuhi kriteria penilaian terdiri dari tujuh aspek: kepemimpinan, strategi, pelanggan, manajemen sumber daya, realisasi produk/operasional layanan, pengukuran, analisis, dan peningkatan kinerja, serta hasil bisnis.

“Dengan memenuhi kriteria penilaian SNI Award, peserta telah membuktikan diri organisasinya berkinerja baik. Tahapannya dimulai dari pendaftaran, desk evaluation, on site evaluation, dan tahap tambahan audisi, hingga sebelum akhirnya penganugerahan.”

Terpisah, Ketua Tim Dewan Juri SNI Award, Rhenald Kasali, mengutarakan bahwa SNI Award merupakan ajang bagi perusahaan untuk “naik kelas”.

Rhenald Kasali mengapresiasi para pelaku usaha Penerap SNI karena telah berani “naik kelas”, berani membangun standar yang baik di Indonesia. Berani untuk susah sedikit.

“Standar adalah kebutuhan dan persaingan abad baru, mari kita sama-sama perbaiki diri sehingga perusahaan Indonesia bisa bersaing, dengan Standar Nasional Indonesia,” ajak dia.

Bagi masyarakat Lampung, ajang SNI Award 2018 turut mengharumkan nama provinsi 9,45 juta jiwa penduduk ini di gelanggang kompetisi nasional.

Di tengah dera ancaman hantu byar-pet dan ragam inventarisasi masalah terkait layanan publik lainnya, kinerja terstandardisasi baik bin konsisten yang disemat pada PT. PLN Distribusi Lampung semalam, diharapkan bisa terus ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang.***

Reporter : Robert

108 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *