Triwulan III Ekonomi Lampung Tumbuh 5,19 Persen

Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum.

BANDARLAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Perekonomian Provinsi Lampung triwulan III 2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp88,54 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp60,96 triliun.

Ekonomi Provinsi Lampung triwulan III 2018 tumbuh 5,19 persen  melambat dibanding triwulan III-2017 (y-on-y) sebesar 5,21 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi yang dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 12,72 persen.

Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 19,62 persen.

“Ekonomi Provinsi Lampung triwulan III-2018 mengalami pertumbuhan sebesar 3,36 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q)” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, saat ditemui dikantornya, Selasa (6/11).

Ia menjelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 11,70 persen.

Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 14,61 persen.

Ekonomi Provinsi Lampung sampai dengan triwulan III-2018 (c-to-c) tumbuh 5,22 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum.

Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi (LNPRT) sebesar 20,17 persen.

“Secara spasial, pertumbuhan ekonomi wilayah Pulau Sumatera triwulan III-2018 tumbuh sebesar 4,72 persen dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tumbuh 7,09 persen dan terendah di Provinsi Riau sebesar 2,98 persen” pungkasnya.

Sementara itu, Terkait Kegiatan Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi (Konreg PDRB-ISE) Se-Wilayah Sumatera 2018 di Provinsi Lampung, pada 7-8 November 2018, yang bertujuan untuk mewujudkan keselarasan, keserasian dan keterpaduan perencanaan antar wilayah dan antar sektor.

Kepala BPS Lampung, Yeane mengungkapkan, untuk meningkatkan kinerja suatu daerah, terlebih dahulu  perlu mempertimbangkan karakteristik daerah tersebut.

Pulau Sumatera memiliki karakteristik  daerah bergunung-gunung dengan rangkaian bukit barisan yang membujur dari barat laut kearah tenggara sepanjang 1500 km dan memiliki garis pantai yang panjang yang membentang sepanjang Pulau Sumatera.

Sumatera memiliki potensi  wisata yang menarik  baik wisata alam, wisata budaya maupun wisata sejarah yang memiliki kemiripan, sehingga sangat baik untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Hasil-hasil produk daerah Sumatera adalah Perkebunan dan Energi  sebagai  salah satu Produk unggulan Sumatera. Sehingga perlu dibangun pabrik yang terintegrasi antar provinsi dan membangun sentral- sentral produksi seperti sentral peternakan sapi, gula, tapioka di Lampung.

Sementara untuk provinsi lain perlu dikembangkan produk-produk yang sesuai dengan potensi daerahnya  Sehingga diharapkan hasil ekspor tertinggi bersumber dari industri pengolahan dan pertanian.  Tidak terlepas pula dari dominasi komoditas primer dengan  melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor.

Apa yang bisa dijadikan terobosan dari Lampung untuk Sumatera?, membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih inten dalam pertukaran informasi antar institusi.

Konreg PDRB-ISE merupakan kegiatan tahunan yang diharapkan  akan menghasilkan kesepakatan/rekomendasi yang akan dijadikan masukan dalam  pembahasan pertemuan rapat koordinasi gubenur (Rakorgub) se Sumatera.

Pertemuan Rakorgub akan se-Sumatera direncanakan akan diselenggarakan di Provinsi Sumatera Barat pada akhir bulan November 2018.***

Reporter : Robert

20 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *