Renungan Harian Rabu 19 September 2018

Yesus Kristus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Yesus Kristus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Pekan Biasa XXIV

INJIL: Luk 7:31-35

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak : ”Dengan apakah akan Ku¬umpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

RENUNGAN:

Tidak sedikit orang yang begitu terbius dengan pembenaran diri sendiri, begitu ketatnya sehingga menutup diri terhadap rahmat Allah. Walaupun mengaku sebagai orang beragama atau bahkan orang beriman namun perilaku dan cara hidupnya seolah-olah sudah sempurna. Apa yang dipikirkan dan dikerjakan seolah semuanya itu sudah benar dan tak perlu intervensi atau campurtangan orang lain bahkan Allah sendiri. Tidak perlu bantuan siapa-siapa lagi. Yang jelas keselamatan bisa mereka peroleh dengan caranya sendiri. Sebagaimana kita ketahui bahwa Yesus datang untuk menyampaikan kabar baik keselamatan bagi semua orang. Namun tidak semua orang langsung percaya akan hal itu.

Firman Tuhan bagi kita orang beriman itu sangat penting dan untuk dapat menerima rahmat yang dibawa oleh Tuhan Yesus kita harus mendengarkan Firman-Nya. Kalau kita mendengarkan dan percaya, maka Dia akan menyelesaikan selebihnya. Yakinlah bahwa Allah akan memperhatikan agar rahmat yang dicurahkan-Nya berbuah dalam diri kita. Maka kita harus selalu membuka pintu seluas-luasnya bagi rahmat Allah sehingga rahmat itu dapat bekerja secara sempurna dalam diri kita.

Siapa saja yang mendengarkan Allah dengan baik akan mencapai hasil yang melampaui kemampuannya sendiri, justru karena kuasa dari rahmat-Nya. Kita seharusnya tersentuh dan tergerak sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya dan bukan justru menutup pintu pada kehendak-Nya. Ingatlah “hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerima-Nya” (Luk 7,35).

Lalu kita seharusnya bersyukur karena mengetahui bahwa Tuhan Yesus mencari setiap orang – bahkan termasuk dan mungkin terutama orang yang selalu diabaikan dan dihina oleh mereka yang kaya dan/atau yang berkuasa. Dalam Luk 7 kita bisa mengetahui bahwa Yesus mempunyai keinginan dan perhatian serta hasrat untuk berjumpa dengan siapa saja, dan tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun yang dianut oleh-Nya.

Dewasa ini pun Allah sangat berhasrat untuk menyentuh orang-orang di sekeliling kita. Harapan Kabar Baik Yesus Kristus juga diperuntukkan bagi mereka. Kalau kita peka terhadap sentuhan dan sapaan Roh Kristus, maka Dia akan menunjukkan kepada kita bagaimana berbagi Kabar Baik dengan para sahabat dan teman kita, para tetangga kita, dan para anggota keluarga besar kita. Dia akan mencurahkan rahmat-Nya kepada mereka yang mendengarkan dan percaya – karena kesetiaan-Nya tidak tergantung pada kebenaran kita, melainkan pada cintakasih-Nya yang tanpa syarat.

Karena kasih kita kepada Tuhan dan sesama maka kita seharusnya terdorong untuk mewartakan kasih Allah dalam dan melalui firman-Nya kepada setiap orang yang kita jumpai. Keyakinan kita akan orang yang mendengar dan menerima firman Tuhan akan diberkati dan mereka yang percaya kepada Tuhan akan diselamatkan kiranya menjadi sesuatu yang sangat penting dalam keyakinan karya keselamatan bahwa akhirnya memang kita harus mewartakan Kabar Keselamatan Tuhan itu. Maka marilah kita memohon karunia Roh Kudus supaya kita dikuatkan … dimampukan untuk melaksanakan karya pewartaan firman supaya semakin banyak orang yang mau mendengar dengan telinga hatinya dan berkarya dengan tangan-tangan kasihnya hingga akhirnya kita dan mereka diselamatkan oleh Firman itu sendiri.

DOA:

“Ya Bapa surgawi, aku ingin dan bertekad untuk memberitakan Kabar Baik Putra-Mu kepada orang-orang yang aku jumpai. Curahkanlah Roh Kudus-Mu agar aku mampu mengalirkan rahmat-Nya kepada orang-orang lain di sekelilingku. Amin.”***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

86 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *