Batu-Batu Candi Berserakan di Dusun Bayen Sleman, Jejak Mataram Kuno?

Benda apa saja yang ditemukan saat penggalian situs purbakala?

Benda apa saja yang ditemukan saat penggalian situs purbakala?

SUARAWAJARFM.com — Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta menggali di area Dusun Bayen, Purwomartani, Kabupaten Sleman, yang diduga terdapat bangunan situs Mataram Kuno.

“Kami menduga terdapat situs bangunan pusat peradaban Mataram kuno di Dusun Bayen Purwomartani tersebut,” kata Peneliti Pusat Kerjaan Mataram Kuno dan Lereng Timur Merapi Balai Arkeologi Yogyakarta, Baskoro Danu Cahyono, di Sleman, Rabu (19/9/2018).

Menurut dia, dugaan tersebut didasarkan di sekitar rumah warga ditemukan banyak berserakan batu-batu candi. Dugaan diperkuat dengan lokasi penemuan yang berdekatan dengan situs candi lainnya.

“Di sebelah barat daya ada Candi Sambisasi, sebelah timur laut ada Candi Kedulan. Termasuk di tenggara terdapat situs Duri dan barat laut ada situs Bromonilan,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menggali area Dusun Bayen sejak Sabtu, 15 September 2018, hingga kemarin di salah satu ladang jagung milik warga guna membuktikan dugaan tersebut.

“Penggalian kami rencanakan selama sepuluh hari,” katanya.

Ia mengatakan penelitian yang dilakukan sesuai dengan konsep adanya pusat kerajaan. Yaitu, konsep letak kerajaan dilingkari samudra (air) dan gunung.

“Posisi situs Bayen diapit dua sungai, yaitu Sungai Opak dan Kuning. Sungai tersebut merupakan representasi dari samudra. Untuk gunung, ada Gunung Merapi di sebelah utara dan pegunungan seribu di sebelah selatan,” katanya.

Ia menduga adanya empat candi di sekitaran situs Bayen mirip dengan perbatasan karena mengacu pada konsep kerajaan kuno, candi yang mengelilingi sebuah kerajaan saling berlawanan arah.

“Contohnya candi sebelah barat selalu menghadap ke barat. Kemudian, candi di sebelah timur menghadap timur. Hal itu, sesuai dengan arah candi di sekitar situs Bayen. Di mana Candi Sambisari menghadap ke barat, Candi Kedulan menghadap ke timur,” katanya.

Begitu juga dengan situs Bromonilan, diperkirakan menghadap ke barat dan situs Duri menghadap ke timur. “Sesuai dengan konsep tersebut, maka letak Situs Bayen ini persis berada di tengah-tengahnya,” imbuhnya.

Ia mengatakan penggalian Situs Bayen ini selain untuk mengetahui pusat Kerajaan Mataram Kuno, juga untuk memastikan dari mana asal batu candi yang ditemukan warga.

“Apakah memang berasal dari kerajaan dan hal-hal lain yang masih perlu penelitian lebih lanjut. Untuk batu-batu candi menunjukkan dari Candi Hindu, selain itu juga ada arca Kuwera,” katanya.***

Sumber : Liputan6.com

Editor    : Robert

53 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *