Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Apresiasi Petani Lampung Tangkap 37.802 Tikus Sawah

GROPYOKAN TIKUS LAMPUNG: Inspektur I Itjentan, Susanto MM (berdiri belakang ke-4 kiri) berbincang dengan Wakil Bupati H Loekman Djoyosoemarto di Lampung Tengah (Foto: Humas Itjentan/Irfan)

GROPYOKAN TIKUS LAMPUNG: Inspektur I Itjentan, Susanto MM (berdiri belakang ke-4 kiri) berbincang dengan Wakil Bupati H Loekman Djoyosoemarto di Lampung Tengah (Foto: Humas Itjentan/Irfan)

LAMPUNG TENGAH, SUARAWAJARFM.com — Sekitar 37.802 tikus sawah berhasil ditangkap oleh para petani di seluruh Kecamatan Seputih Raman pada lahan seluas 5.599 hektar, belum lama ini.

Atas hal ini, Inspektur I Itjen Kementerian Pertanian RI Susanto MM sangat mengapresiasi, karena sebagai langkah tepat untuk mencegah risiko gagal panen pada musim tanam tiga (MT III 2018) di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Kegiatan menangkap tikus sawah yang disebut ´gropyokan´ dilaksanakan serentak sejak pagi hari oleh petani di 14 kampung di seluruh Kecamatan Seputih Raman didukung penyuluh pertanian, pengamat hama, dan bintara pembina desa (Babinsa) dari Kodim 0411/Lampung Tengah.

Susanto sebagai PJ Upsus Lampung Tengah menegaskan bahwa Kementerian Pertanian RI akan terus memberikan dukungan terkait upaya peningkatan produksi padi melalui program luas tambah tanam (LTT) mulai dari proses tanam, pemeliharaan sampai panen akan dikawal agar hasil yang diperoleh sesuai dengan keinginan petani.

“Kementan akan terus mendukung program petani meningkatkan produktivitas padi,” kata Susanto yang berada di Kampung Rama Dewa.

Camat Seputih Raman, I Nyoman Gunadi mengatakan bahwa gropyokan diharapkan dapat menghilangkan risiko gagal panen pada MT III 2018.

Aksi gropyokan di Kampung Rama Dewa berlangsung meriah, banyaknya tikus yang tertangkap menandakan populasi tikus di areal persawahan dapat menjadi ancaman apabila tidak diantisipasi secara dini.

“Sekitar 50 kg belerang dibakar dengan tujuh tabung gas elpiji ukuran tiga kg berhasil ditangkap 950 ekor tikus,” kata Ketua Poktan Mekar Sari, Made Sudiasa.

Hingga akhir kegiatan pada pukul 11.30 Wib, petani berhasil menangkap 37.802 ekor tikus. “Kami sangat yakin apabila pemberantasan tikus dilaksanakan bersama secara kontinyu maka hama tikus dapat dikendalikan,” kata Ketua Poktan Dewi Sri, Nyoman Harita Parades.

Susanto menambahkan tikus sawah merupakan salah satu hama tanaman padi yang mengakibatkan kerugian signifikan bagi pertanaman padi, sehingga harus dilakukan antisipasi serangan tikus menjelang musim tanam.***

Reporter : Robert

46 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *