Pastikan Layanan Optimal, BPJS Kesehatan Tinjau Fasilitas Kesehatan POLRI

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari (dua dari kiri). Foto : Robert

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari (dua dari kiri). Foto : Robert

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Sebagai program jaminan sosial terbesar di dunia, saat ini jumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah melampaui angka 200 juta jiwa.

Seiring dengan melonjaknya pertumbuhan peserta, BPJS Kesehatan menguatkan sinerginya dengan berbagai mitra fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS. Secara berkala, BPJS Kesehatan juga turun langsung mengecek kondisi di lapangan untuk memastikan kualitas pelayanan diberikan tetap prima.

“Dengan melihat langsung layanan di sini, kita bisa melakukan evaluasi secara lebih komprehensif. Artinya jika ditemukan suatu kendala, kita punya kesempatan untuk menggali lebih dalam letak permasalahannya, sehingga kita bisa cepat memberikan alternatif solusinya untuk perbaikan layanan peserta JKN-KIS,” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari. Itu dikatakannya saat meninjau fasilitas kesehatan milik POLRI dalam acara Supervisi dan Sarasehan BPJS Kesehatan dengan Anggota POLRI di Bandar Lampung, Rabu (13/09).

Pada kunjungan tersebut, ia juga menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah peserta JKN-KIS yang tengah antri menunggu giliran diperiksa.Andayani juga memastikanpenggunaan aplikasi P-Care dan rujukan online di fasilitas kesehatan tersebut berjalan optimal sehingga bisa mempercepat peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan.

Bukan hanya itu, BPJS Kesehatan juga menggalakkan sosialisasi untuk memastikan para peserta memahami hak, kewajiban, manfaat, hingga prosedur penjaminan pelayanan kesehatan JKN-KIS. Menurut Andayani, salah satu faktor penunjang kepuasan peserta adalah terpenuhinya informasi yang akurat dan update.

“Harapan kami, wacana dan pemahaman masyarakat mengenai program JKN-KIS dapat meningkat sehingga bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan dengan lancar. Selain itu, sosialisasi ini juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan perannya dalam menyokong keberlangsungan program JKN-KIS. Sederhana saja, cukup dengan membayar iuran tepat waktu dan merawat diri agar tetap sehat, kita sudah berkontribusi menjaga sustainabilitas program ini,” ungkap Andayani.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut Andayani juga memboyong Ade Rai selaku brand ambassador BPJS Kesehatan untuk mempromosikan pola hidup sehat kepada peserta JKN-KIS, khususnya dari kalangan POLRI dan keluarganya.Kehadiran Ade Rai tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami betapa mudah dan murahnya menerapkan perilaku hidup sehat dalam keseharian.

Andayani juga memperkenalkan kembali aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan BPJS Kesehatan untuk mempermudah peserta melakukan layanan administratif JKN-KIS. Melalui aplikasi itu, peserta tak perlu mengunjungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan untuk mengubah data kepesertaan, lokasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), mencari informasi, hingga melakukan pengaduan. Peserta juga dapat menelusuri riwayat pembayaran iurannya dan mengecek tagihan. Bahkan, kini peserta cukup menunjukkan KIS Digital yang ada di aplikasi Mobile JKN jika ia hendak berobat ke fasilitas kesehatan.

“Mobile JKN diciptakan untuk membawa kemudahan akses pelayanan kepada seluruh peserta JKN-KIS yang berada berbagai penjuru Indonesia. Semoga masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran fitur tersebut seoptimal mungkin,” tutup Andayani.***

Reporter : Robert

47 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *