Kisah Suami Istri Penyandang Disabilitas Fisik di Bandar Lampung Jadi Relawan Salurkan Bantuan Pangan Non Tunai

Wawan Setiawan dan Siti Chotijah saat menyalurkan BPNT KE Jl.Pulau Buton, Gg. Citra 2, Jaga Baya 3, Bandar Lampung, Senin, 10 September 2018.

Wawan Setiawan dan Siti Chotijah saat menyalurkan BPNT KE Jl.Pulau Buton, Gg. Citra 2, Jaga Baya 3, Bandar Lampung, Senin, 10 September 2018. (Foto: Robert)

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — “Penyandang disabilitas tidak merupakan hambatan untuk membantu penyandang masalah sosial lainnya.”

Itulah slogan yang dibuktikan oleh pasangan suami istri Wawan Setiawan dan Siti Chotijah atau yang akrap dipangil Susi. Mereka adalah penyandang disabilitas fisik yang secara mandiri membantu penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yakni mengantarkan beras dan telor ke alamat (delivery) secara gratis khususnya kepada lanjut usia dan ibu hamil di tiga e-warong wilayah Kota Bandar Lampung.

Saat ditemui Senin, 10 September 2018 di e-warong “Makmur Jaya” Kelurahan Gunung Sulah, Bandar Lampung, Wawan mengatakan niatnya untuk mengantarkan bantuan karena melihat nenek-nenek bersusah payah membawa beras dan telor dari e-warong. Nenek tersebut tidak memiliki ongkos untuk membayar ojek, sehingga harus dibawa sendiri.

“Saya iklas membantu mengantarkan bantuan beras dan telur khususnya untuk para lanjut usia dan juga ibu-ibu hamil serta para disabilitas yang tidak bisa membawa pulang bantuannya dari e-warong,” kata Wawan yang diaminin istrinya.

Walaupun Wawan sebagai penyandang disabilitas fisik sejak lahir karena kedua kakinya lumpuh layuh demikian juga istrinya yang mengalami lumpuh layuh kaki sebelah kirinya tak menyurutkan niatnya untuk berbuat baik.

Susi kesehariannya bekerja sebagai tukang jahit di kediamannya Perum Korpri, Blok C.5 No 16 Bandar Lampung.

Susi kesehariannya bekerja sebagai tukang jahit di kediamannya Perum Korpri, Blok C.5 No 16 Bandar Lampung. (Foto : Robert)

Wawan sehari-hari bekerja sebagai tukang service peralatan elektronika dan Susi menerima jahitan di rumahnya yang beralamat Perum Korpri, Blok C.5 No 16 Bandar Lampung.

Dengan keterbatasan yang mereka sandang, namun masih menyediakan waktu dan tenaganya untuk membantu penyandang masalah sosial lainnya.

Setiap bulannya Wawan membantu KPM Lansia dan ibu hamil serta penyandang disabilitas di tiga e-warong rata-rata sebanyak 75 sampai dengan 100 orang.

Mbah Surtinah sebagai KPM yang tinggal di Jl.Pulau Buton, Gg. Citra 2, Jaga Baya 3 atas kepedulian Wawan dan istrinya merasa sangat terbantu sekali.

“Adanya mas Wawan dan mbak Susi berkenan bembantu kami mengantarkan beras dan telor sampai kerumah tentunya saya senang sekali. Bagaimana tidak, sebelumnya setiap pulang dari e-warong badan saya pegal-pegal semua, terpaksa harus ngundang tukang pijit,” kata Mbah Surtinah dengan wajah sumringah.

Wawan sehari-hari bekerja sebagai tukang service peralatan elektronika di rumahnya Perum Korpri, Blok C.5 No 16 Bandar Lampung.

Wawan sehari-hari bekerja sebagai tukang service peralatan elektronika di rumahnya Perum Korpri, Blok C.5 No 16 Bandar Lampung. (Foto : Robert)

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin, 10 September 2018 membenarkan kepedulian penyandang disabilitas Wawan dan Susi terhadap KPM BPNT khususnya para lansia dan ibu hamil dan disabilitas fisik lainnya.

Dikatakan Sumarju, di Kota Bandarlampung jumlah KPM penerima BPNT sebanyak 49.711 KPM dengan jumlah e-warong sebanyak 71 tempat.

“Penyandang disabilitas yang memiliki kendaraan roda tiga sebanyak 6 orang. Dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami undang untuk juga mengikuti jejak Wawan dan Susi,” kata Sumarju.

“Saya rencanakan 6 orang difabel fisik yang memiliki kendaraan roda tiga akan kami undang untuk diberikan motivasi agar peduli terhadap penyandang masalah sosial lainnya khususnya para KPM Lansia, ibu hamil dan difabel penerima BPNT,” katanya.

Sumarju membeberkan, Susi saat ini sebagai Ketua Himpunan Wanita Desabilitas Indonesia (HWDI) Lampung.

“Susu juga merupakan pengurus Yayasan Citra Baru yang menyelenggarakan rehabilitas sosial, rehabilitasi vocasional dan rehabilitasi medis bagi para desabilitas,” imbuhnya.***

Reporter : Robert

48 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *