Renungan Harian Sabtu 08 September 2018

Ilustrasi St. Perawan Maria. (Foto : Fb Thomas Suratno)

Ilustrasi St. Perawan Maria. (Foto : Fb Thomas Suratno)

Pesta Kelahiran SP Maria

INJIL: Mat 1 1-6.8-23

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

RENUNGAN:

Pada hari ini seluruh Gereja merayakan pesta kelahiran santa Perawan Maria. Hari ini adalah hari istimewa di mana kita semua mau bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena Ia memilih Maria sebagai Bunda Yesus Penebus kita. Pesta ini mula-mula dirayakan oleh Gereja Timur. Dokumen-dokumen Gereja Timur menerangkan bahwa perayaan ini sudah di mulai sejak abad kelima. Sedangkan Gereja Barat (Latin) mulai dirayakan pada masa Paus Sergius I akhir abad ke-VII. Pesta ini kiranya berhubungan dengan peresmian basilika St. Ana di Yerusalem. Lokasi Basilika ini menurut tradisi menjadi tempat tinggal Ana dan Joakim. Namun ada juga tradisi-tradisi tertentu yang berbeda yang akan dilihat di bawah ini.

Sudah pasti banyak orang bertanya di mana Bunda Maria dilahirkan? Ya, kalau kita mencari di dalam Kitab Suci, kita juga tidak menemukan jawabannya. maka sebagai satu gereja katolik yang kaya dengan tradisi, kita coba kembali kepada tradisi awal perkembangan Gereja di mana terdapat kisah-kisah tertentu tentang Bunda Maria.

Ada tiga tradisi yang berkembang di dalam Gereja katolik: Tradisi pertama: mengatakan bahwa Maria dilahirkan di Bethlehem. Maria lahir, dibesarkan, dididik, hingga menerima kabar sukacita dari malaikat. Bulla para Paus tidak mengkonfirmasi validitas tentang tempat kelahiran Bunda Maria, yang ada hanyalah keyakinan umum yang berkembang dalam Gereja bahwa Maria dilahirkan di Bethlehem. Tradisi kedua: Bunda Maria dilahirkan di Sephoris, sebuah tempat di sebelah utara Bethlehem. Hal ini sejalan dengan keyakinan hingga masa Konstantinus sehingga ia membangun sebuah Gereja sebagai kenangan untuk orang tua Maria yaitu Ana dan Yoakim. Tradisi ketiga: Bunda Maria dilahirkan di Yerusalem. Kiranya tradisi ini yang lebih banyak diyakini. Hingga tahun 799 AD pesta peringatan kelahiran Bunda Maria belum dirayakan di Roma. Dalam Sinode Salzburn terdapat 10 kanon yang melukiskan tentang peringatan kelahiran Bunda Maria.

Injil Matius mengingatkan kita bahwa nubuat para nabi dalam dunia perjanjian Lama menjadi sempurna dalam diri Yesus. Dia adalah keturunan Daud (Mat 1:6; Luk 1:26-27.32.69 dan 2:4). Kemudian Paulus menegaskan bahwa Yesus adalah keturunan Daud menurut daging (inkarnasi) dan disebut Anak Allah dengan kuasa Roh Kudus (Rom 1:3). Kisah Yesus ini tidak terlepas dari figur Bunda Maria. Dia perawan yang suci dan dikandung tanpa noda. Dia mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan dan seluruh umat manusia.

Sambil memandang Bunda Maria, kita seakan kehabisan kata-kata untuk melukiskan seluruh hidupnya. Paus Yohanes Paulus II, ketika terpilih menjadi Paus, Ia memiliki moto kepausan “Totus tuus Maria” artinya segalanya milik Maria. Sama seperti Maria yang membaktikan diri untuk Tuhan, demikian semua orang yang dibaptis juga dipanggil hari demi hari untuk membaktikan diri bagi Tuhan. Dengan komitmen baru kita perlahan-lahan bergeser dari “seluruhnya milik Maria” menuju “seluruhnya milik Tuhan”. Dialah yang mendoakan kita sekarang sampai ajal datang menjemput.

DOA:

“Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi kami Maria sebagai model kekudusan. Semoga kami dapat meneladni hidupnya. Amin”.***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

36 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *