KAI Divisi Regional Divre IV Tanjungkarang Tutup 29 Perlintasan Liar Kereta Api

KAI Divisi Regional Divre IV Tanjungkarang Tutup 29 Perlintasan Liar Kereta Api.

KAI Divisi Regional Divre IV Tanjungkarang Tutup 29 Perlintasan Liar Kereta Api.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com – PT KAI Divisi Regional (Divre) IV menutup 29 perlintasan liar (tidak resmi) di wilayahnya, mulai dari wilayah Tanjung Ramban (perbatasan Divre III) sampai dengan Tarahan.

Manager PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Sapto Hartoyo mengatakan, untuk perlintasan liar yang sudah ditutup sebanyak 29 perlintasan di wilayah Divre IV.

Untuk di Bandar Lampung sudah delapan perlintasan tidak resmi yang ditutup yaitu mulai wilayah Tarahan – Gedung Ratu Natar, Lampung Selatan, yang berbatasan dengan Bandarlampung.

Pelaksanaan penutupan perlintasan sebidang (tidak resmi) tersebut, sambungnya, berdasarkan rencana pelaksanaan program Quick Wins tahun 2018 oleh Ditjen Perkeretaapian berupa penutupan perlintasan sebidang di seluruh Daop dan Divre PT KAI.

Pelaksanaan penutupan juga melibatkan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah. Di Lampung ini pada dasarnya cukup banyak terdapat perlintasan liar sekitar hampir ratusan yang sangat berbahaya bagi keselamatan pemakai jalan yang masih belum ditutup.

Dengan penutupan perlintasan sebidang ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah angka kecelakaan akibat melintas di perlintasan yang tidak resmi.

“Hampir rata-rata tingkat kecelakaan ini di akibatkan oleh para pengendara yabg bandel dan masih melintas di tempat perlintasan tidak resmi / ilegal,” terangnya.

Pelaksanaan penutupan perlintasan sebidang ini merupakan program Quick Wins tahun 2018 oleh Ditjen Perkeretaapian yaitu mmenutup seluruh perlintasan sebidang di Daop dan Divre IV Tanjung Karang.

“Sudah kita tutup permanen dengan besi dan di cor, semoga tidak ada lagi yang nakal untul membuka kembali perlintasn sebidang tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan, penutupan perlintasan sebidang ini memang harus dilakukan, sebab banyak potensi terjadinya kecelakaan akibat melintas di perlintasan tanpa palang pintu resmi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi PT KAI Divre IV yang melakukan penutupan perlintasan kereta api sebidang, karena sering terjadi kecelakaan sangat besar,” ujar Qodratul Ikhwan.

Qodratul mengharapkan, agar Dirjen dan PT KAI tidak ragu-ragu untuk secara aktif dan cepat melaksanakan penutupan perlintasan sebidang yang liar.

“Disamping itu juga melakukan penjagaan terhadap perlintasan sebidang yang resmi dan Dinas Perhubungaab Provinsi mendukung sepenuhnya kegiatan ini karena hal positif baagi masyarakat yang tinggal di bantaran rel atau sekitarnya,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

165 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *