Kementerian LHK Tindak Lanjut Progres Program Afoco di Hutan Kemitraan Cempaka

Rapat Tindak Lanjut Progres Program Afoco pada Hutan Kemitraan Cempaka, di Ruang Rapat Utama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Selasa, 4 September 2018.

Rapat Tindak Lanjut Progres Program Afoco pada Hutan Kemitraan Cempaka, di Ruang Rapat Utama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Selasa, 4 September 2018.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Pusat Penelitan dan Pengembangan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaksanakan Pembahasan Progres dan tindak lanjut Program Asian Forest Cooperation Organization (AFoCo). Rapat berlangsung di Kemitraan Kehutanan Cempaka KPH Batutegi pada Selasa, 4 September 2018 di Ruang Rapat Utama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemanfaatan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Hutan Wahyudi menyatakan terima kasih atas pelaksanaan program AFoCo di Lampung.

“Harapannya program ini dapat terus berjalan dan berkembang, sehingga pengelolaan sumber daya hutan yang dilakukan oleh kelompok kemitraan menjadi contoh dan terfasilitasi di tempat yang lain. Hutan lestari masyarakat sejahtera dengan tiga aspek ekologi, ekonomi dan sosial dapat terwujud dengan baik,” katanya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan KLHK, Kirsnanti L Ginoga mengatakan Program Facilitating The Participatory Planning of Community-Based Forest Management Using GIS and RS in Forest Reources Management atau Fasilitasi Perencanaan Partisipasi dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan dengan menggunakan Teknologi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh merupakan bagian dari AFoCo Regional Project Componet 3 saat ini memasuki tahun ketiga sejak 2016 yang lalu.

“Terdapat tiga lokasi kegiatan ini di Indonesia, yaitu Hutan Desa/Nagari Paru Sijunjung, Sumatera Barat, Hutan Kemasyarakatan Tuar Tanna Sikka, Nusa Tenggara Barat dan Hutan Kemitraan Cempaka, KPH Batutegi, Lampung,” bebernya.

Selain Indonesia program ini juga dilaksanakan di Philippines dan Thailand. Dalam pelaksanaannya telah dilakukan profiling area dan inventarisasi sumberdaya hutan, profiling social ekonomi masyarakat, penyusunan rencana pengelolaan dan tahunan, alih teknologi pembibitan, pembuatan persemaian dan pupuk organic, serta pengembangan mata pencaharian melalui penguatan kelembagaan kelompok dalam mendukung pengelolaan hutan berbasis masyarakat, dan alih teknolgi pengolahan karet untuk mendukung pengembangan agribisnis berbasis hutan.***

Reporter : Robert

51 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *