Tim UPSK Gelar Sarasehan Sosial di Kabupaten Pringsewu, Ini Hasilnya

Tim UPSK Gelar Sarasehan Sosial di Kabupaten Pringsewu, Ini Hasilnya.

Tim UPSK Gelar Sarasehan Sosial di Kabupaten Pringsewu, Ini Hasilnya.

PRINGSEWU, SUARAWAJARFM.com — Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) telah dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu dari tanggal 28-31 Agustus 2018 dengan sasaran wilayah Kecamatan Banyumas, Sukoharjo I dan Pegelaran.

Tim UPSK telah melayani konsultasi disabilitas sebanyak 108 orang. Dengan jenis disabilitas; fisik 57 orang, disabilitas rungu wicara 28 orang, disabilitas mental 14 orang dan disabilitas netra 9 orang.

Sebagai tidaklanjut temuan UPSK tersebut perlu dibahas dalam Sarasehan Sosial yang melibatkan  berbagai unsur antara lain, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Rumah Sakit Daerah, Pengusaha, para camat, tokoh agama dan dari Yayasan Citra Baru. Selain itu juga hadir dari Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSM, TKSK, LKS, SDM PKH), Tim UPSK juga Tim Reaksi Cepat (TRC) Sistim Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kabupaten Pringsewu.

Sarasehan tersebut sebagai perwujudan budaya Gotong Royong “Berat sama dipikul ringan sama dijining.” Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya.

Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.

Hal tersebut diatas terungkap dalam Sarasehan Sosial pada Jumat 31 Agustus 2018 di Aula Kantor Camat Banyumas.

Ketua Tim Pelaksana UPSK, Sutikno mengtakan rencana tindak lanjut dari UPSK adalah rujukan yg mampu didik ke sekolah luar biasa 28 orang, mampu latih 27 orang yang masih memerlukan pendampingan 21 orang.

“Disamping itu yang memerlukan alat bantu mobilitas berupa kursi roda sebanyak 11 orang,  kruk ketiak 8 orang, alat bantu dengar sebanyak 27 orang dan tongkat penuntun disabilitas netra 6 orang,” katanya.

Sedangkan menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung mengatakan melalui anggaran Dekon 2018 Pemprov Lampung hanya mampu memberikan alat bantu mobilitas berupa kursi roda sebanyak  10 buah kruk ketiak 5 set, alat bantu dengar 5 buah dan tongkat penuntun disabilitas netra sebanyak 6 buah.

“Dengan demikian masih kekurangan satu buah kursi roda, tiga set kruk ketiak, dua puluh dua alat bantu dengar,” katanya.

Disamping itu diketemukan 3 tiga orang penyandang disabilitas fisik yg harus segera dilakukan tindakan operasi orthopedi.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, Arif Nugroho dalam sarasehan tersebut disimpulkan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) akan menghimpun dana masyarakat.

“Sedangkan untuk tiga orang yang memerlukan operasi ortopedi akan difasilitasi oleh Yayasan Citra Baru dari Bandar Lampung,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

165 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *