Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung Gelar Festival Paduan Suara

Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung RD Apolonius Basuki. Foto : Romo Roy

Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung RD Apolonius Basuki. Foto : Romo Roy

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung gelar Festival Paduan Suara di GSG Hakka Metta Sarana Bandar Lampung pada Minggu, 12 Agustus 2018.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Retret Agung Tahun Keluarga Katolik Keuskupan Tanjungkarang.

“Disamping itu, festival koor ini digelar dalam rangka Pesta Pelindung Paroki Ratu Damai Teluk Betung yang ke-69 dan juga untuk menyongsong peringatah HUT RI ke-73,” kata RD Philipus Suroyo, pastor pembantu Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung saat dihubingi Radio Suara Wajar sore ini, Senin 13 Agustus 2018.

Menurut Romo Roy, kegiatan ini diikuti total 13 peserta kelompok paduan suara, 12 dari Stasi Teluk Betung dan sisanya dari Stasi Panjang.

Pada saat acara pembukaan, Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung RD Apolonius Basuki mengatakan bahwa festival paduan suara ini bukan untuk semata-mata mencari pemenang.

“Kita bhineka, kita Indonesia, kita datang GSG Hakka Metta Sarana ini karena kita ini mencintai Indonesia, keluarga dan Gereja,” katanya.

“Kita datang pertama-tama bukan untuk mencari juara, sebab juara yang sesungguhnya, ketika keluarga di rumah bahagia. Ketika keluarga datang ke Gereja tidak telat, terutama juga ketika diberi tugas dapat dilakukan dengan baik, seperti tugas parkir, tugas koor, semua dilakukan dengan baik saat ibadah. Itulah sejatinya sang juara yang sejati,” tandas RD Apolonius Basuki.

Menurut Romo Apol – panggilan akrab RD Apolonius Basuki – festival paduan suara ini merupakan sebuah kebersamaan dan sukacita bersama.

“Kalau memang ada yang harus juara, jangan senang berlebihan. Kalau memang kalah jangan sedih berlebihan. Sebab yang diharapkan dalam acara ini adalah sebuah kebersamaan dan sukacita bersama,” katanya.

Dikatakan Romo Apol, festival paduan suara ini merupakan ungkapan kegembiraan bersama ; bersama dengan keluarga, bersama dengan gereja dan juga bersama dengan Allah.

“Melalui festival ini kita mau bersama memuliakan Allah. Kita mau bersama-sama menikmati nada-nadanya. Kita mensyukuri syairnya dan kita menghayati dalam kehidupan sehari-hari. Selamat menjalani retret agung keluarga, semoga Tuhan beserta kita,” pungkas Romo Apol.

Pada tempat terpisah, Koordinator Tim Liturgi Paroki Teluk Betung Veronika Westri Hujani berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak baik bagi umat.

“Dengan berkumpul disini kiranya dapat menumbuhkan rasa persaudaraan sejati, semakin semangat dalam meningkatkan kerjasama dan sebagai warga negara kita mau menunjukkan kepada dunia bahwa kita 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia,”pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk juara terbaik I diraih oleh Lingkungan Santo Agustinus, juara terbaik II dari Stasi Panjang dan juara terbaik III dari Stasi Ignatius. Masing-masing pemenang mendapatkan piagam dan hadiah.***

Kontributor : C.Prisiena

Editor         : Robert

104 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *