Kendalikan Inflasi, TPID dan Satgas Pangan Lakukan Penetrasi Pasar

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com – Untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengadakan penetrasi pasar yang digelar selama dua hari 28-29 Juli 2018.

Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Lukmansyah mengatakan, penetrasi pasar ini merupakan upaya untuk mengendalikan harga komoditas pangan, terutama telur ayam dan daging ayam potong.

“Sampai saat ini harga telur ayam sebesar Rp24 ribu per kilogram, 9,09 persen diatas harga acuan pemerintah yang sebesar Rp22 ribu per kilogram dan selanjutnya harga daging ayam potong sebesar Rp40 ribu ribu per kilogram, 25 persen diatas harga acuan Pemerintah sebesar Rp32 ribu per kilogram,” ujarnya.

Daging potong ayam seharga Rp 32 ribu/kg, dan daging sapi beku Rp 80 ribu/kg yang disiapkan TTIC Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung ramai diserbu pembeli di Pasar Panjang Bandar Lampung, Sabtu 28 Juli 2018.

Daging potong ayam seharga Rp 32 ribu/kg, dan daging sapi beku Rp 80 ribu/kg yang disiapkan TTIC Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung ramai diserbu pembeli di Pasar Panjang Bandar Lampung, Sabtu 28 Juli 2018.

Sementara itu, Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Lampung Meily Ika Permata menjelaskan, penetrasi pasar laksanakan pada lima lokasi di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro diantaranya Pasar Panjang, Pasar Tugu, Pasar Tamin, Juga Pasar Kopindo dan Pasar Margorejo yang berada di Kota Metro.

“Volume perhari dan harga yang diberlakukan dimasing-masing lokasi penetrasi yakni 500 kg sampai 1 ton telur ayam ras dengan harga Rp20.500 per kilogram, 200 ekor daging ayam potong dengan harga Rp32.000 per kilogram, 100 kg daging ayam beku dengan harga Rp80.000 per kilogram,” jelasnya.

Selain komoditas ayam dan telur, menurut Meily Satgas TPID Provinsi Lampung juga menyediakan komoditas lain seperti beras, minyak, tepung terigu dan gula pasir untuk dipasarkan. Adapun volume stok yang disediakan menyesuaikan dengan permintaan pasar, dan dijual dengan harga dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam hal keterjangkauan dan ketersediaan harga komoditas serta dapat menekan angka inflasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bulog Divre Lampung juga sekaligus memperkenalkan beras kemasan merk Beraskita kepada masyarakat yang turut dalam kegiatan penetrasi pasar.

“Perum BULOG terus melakukan terobosan dalam rangka mendukung pemerintah serta menjalankan fungsi utamanya dalam hal ketersediaan dan keterjangkauan pangan, salah satunya yaitu penyediaan beras dalam bentuk kemasan sachet atau renceng,” jelas Kepala Bulog Divre Lampung, Muhammad Attar Riza.

Menurutnya, Perum BULOG Divre Lampung sendiri mulai memperkenalkan Beras KITA Sachet yang sedang hangat diperbincangkan ini di salah satu Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG.

“Beras KITA Sachet yang juga dikenal dengan Beras Renceng ini merupakan beras dengan kualitas premium, dikemas secara menarik per 200 gram yang cukup untuk 2–3 porsi, serta dijual dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp 2.500,- per sachetnya,” jelas Muhammad Attar Riza.

“Beras dengan kemasan yang mudah dibawa ini sangat sesuai bagi traveler, pendaki gunung, anak kostan, keluarga kecil, maupun untuk kalangan yang memiliki penghasilan harian” pungkasnya.

Sebagai informasi, Satgas Pangan dan TPID Provinsi Lampung terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Divre Lampung, Dinas Perkebunan dan Dinas Peternakan, Polda Lampung, Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Dinas Perdagangan Kota Metro, Asosiasi Peternak Ayam (Pintar Lampung dan PPN Lampung) serta isntansi terkait.***

Reporter : Robert

58 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *