Tim Sergab Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Blusukan ke Gudang Bulog Campang dan Tembusu Lampung

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Gudang beras Bulog Campang yang terletak di Jl. Soekarno – Hatta, Ketapang, Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung menjadi sasaran lokasi blusukan Tim Sergap Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjentan), Kamis 31 Juni 2018. Tim yang tiba pada pukul 10.00 WIB didampingi Azwir, Kepala Gudang Tembusu dan Kabid Pengadaan Divre Bulog Lampung Abdul Basit.

Tim Sergap Itjentan saat blusukan ke Gudang beras Bulog Campang, Jl. Soekarno - Hatta, Ketapang, Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung, Kamis 31 Mei 2018.

Tim Sergap Itjentan saat blusukan ke Gudang beras Bulog Campang, Jl. Soekarno – Hatta, Ketapang, Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung, Kamis 31 Mei 2018.

Tim Itjentan meninjau kondisi Gudang Campang berkapasitas daya tampung 10.000 ton beras serta Gudang Tembusu berkapasitas 5000 ton beras. Dua gudang ini telah dioperasionalkan sejak hari Selasa 29 Mei 2018 lalu ini telah berhasil menampung beras serapan dari mitra bulog dan petani.

Kepala Gudang Tembusu, Azwir mengatakan bahwa pemasukan beras sejak tiga hari yang lalu sudah cukup signifikan yaitu sebanyak ± 385 ton beras. “Adapun pengiriman beras kegudang hari ini disampaikannya sekitar ±120 ton beras. Beras yang datang ke gudang ini dikirim dari kabupaten/Kota di Provinsi Lampung,” katanya kepada Radio Suara Wajar.

Menurut Azwir, keberadaan gudang tembusu ini tidak lepas dari kesigapan Kadivre Lampung Attar Rizal dalam mengantisipasi keterbatasan gudang-gudang bulog untuk menampung beras di provinsi dan sekitarnya yang bertujuan mengamankan ketersedian beras menjelang hari besar keagamaan.

Dibeberkannya, akan ada penambahan sewa gudang oleh pihaknya, dan itu telah dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu dan Kota Metro gudang dengan kapasitas ±5000 ton.

Sementara itu Kabid Pengadaan Divre Bulog Lampung Abdul Basit mengatakan dengan kondisi beras yang tersedia di gudang-gudang milik bulog serta gudang yang disewa diharapkan mampu menjamin ketersediaan beras khususnya di Lampung dan provinsi sekitarnya di Pulau Sumatera.

“Hanya regulasi perputaran beras yang sedang diupayakan oleh bulog untuk menjaga kestabilan bulog dalam mendistribusi serta menyerap dari petani, harapannya beras rastra agar dihidupakan kembali karena cukup membantu perputaran beras bulog,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

32 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *