Renungan Harian Sabtu, 12 Mei 2018

Yesus Kristus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Yesus Kristus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Pekan VI Paskah

INJIL: Yoh 16: 23b-28

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”

RENUNGAN:

Seringkali atau pada umumnya Yesus mengajar menggunakan kiasan/perumpamaan yang kadang tidak dimengerti oleh kebanyakan orang. Orang seringkali bertanya apa yang dimaksudkan oleh Yesus melalui perumpamaanNya. Yesus ingin mewartakan kabar keselamatan yang datang dari Allah melalui perutusanNya ke dunia. Sebenarnya sama seperti para murid, kitapun sering kali tidak cepat tanggap bila diberitahu atau diberi nasehat dengan menggunakan kiasan. Adakalanya kita lebih mudah mengerti dan cepat tanggap bila mendengarkan langsung apa maksud dan tujuannya. Karena kita tidak biasa mendengarkan kata-kata kiasan.

Pewartaan Yesus mengenai kasih Bapa-Nya mengundang kontroversi bagi banyak orang. Kasih Allah kepada manusia begitu nyata dalam kehidupan konkret kita. Yang menjadi masalah adalah apakah kita setiap saat peka dan sadar akan kasih Allah? Allah mengasihi kita bukan berarti Dia akan selalu memberikan pengalaman yang menggembirakan hati kita saja melainkan juga akan memberikan pengalaman yang menantang kita untuk berani bersaksi bahwa Yesus adalah Putera Allah.

Bila sesorang berhadapan dengan orang yang dikasihi dan yang mengasihi, apa kira-kira yang diminta? Kira-kira dia akan meminta supaya perjumpaan ini jangan berakhir, bukan?. Sebab dikasihi itu sendiri adalah sebuah anugerah. Itulah yang dialami oleh para murid sehingga mereka belum meminta apa-apa dari Yesus. Baru ketika ada jarak dan ruang, para murid meminta agar kasihNya tetap tinggal dan Yesus mengabulkannya dengan mengaruniakan Roh Kudus.

Dengan Roh Kudus, para murid akan mengalami dikasihi oleh Allah sendiri, sebagaimana Yesus alami. Kuasa Allah dalam Roh Kudus itu menggerakkan mereka untuk bersekutu dalam doa dan bertekun mewartakan Allah yang penuh kasih. Kuasa kasih itu dapat juga hadir dalam diri siapapun yang mengasihi Allah dan mencari Dia dengan penuh kerinduan.

Kita diundang untuk meminta kuasa kasih itu, yang tidak lain Roh Kudus sendiri. Kuasa kasih itu diberikan kepada orang-orang yang dikasihi dan mengasihi Allah. Kuasa kasih ini tidak bisa dibeli dan ditukar dengan uang, atau barang apapun. Kuasa kasih itu diberikan dengan cuma-cuma. Hanya bisa dimohon dengan rendah hati dan penuh cinta.

Dalam amanat perpisahanNya yang tadi kita dengar, Yesus mengingatkan para muridNya untuk berdoa kepada Bapa dalam namaNya. Ia berkata: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu…Mintalah maka kamu akan menerima supaya penuhlah sukacitamu” Perkataan Yesus ini tetap dihayati gereja hingga saat ini. Semua doa kepada Bapa selalu dengan pengantaraan Yesus PuteraNya. Dia adalah satu-satunya pengantara Manusia dan Allah Bapa. Ketika kita berdoa dan memohon dengan iman maka kita akan memperoleh apa yang kita butuhkan. Dengan demikian sukacita melimpah akan dialami pribadi tersebut.

Kita berdoa kepada Bapa dalam nama Yesus. Nama Yesus berarti Allah yang menyelamatkan. Maka tentu saja dengan doa-doa tanpa henti kepada Bapa melalui Yesus, kita juga memohon keselamatan bagi diri kita sendiri dan bagi seluruh dunia. Kita percaya bahwa dengan pengantaraan Yesus, Bapa pasti mengabulkan semua doa karena kita mengasihi dan percaya Yesus dan dengan demikian kita juga percaya dan mengasihi Bapa. Mari kita berdoa memohon keselamatan hidup kita dalam nama Yesus. Doa menjadi kekuatan untuk kerasulan, terutama pewartaan Injil kepada segala makhluk. Ia sendiri berjanji menyertai GerejaNya hingga akhir zaman. Doa adalah kekuatan kita dalam kerasulan di tengah dunia.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, biarlah hanya namaMu saja yang aku muliakan dalam pengalaman hidupku sehari-hari. Amin.”***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

107 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *