Renungan Harian Kamis, 10 Mei 2018

Yesus naik ke surga. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Yesus naik ke surga. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

HR Kenaikan Tuhan

INJIL: Mrk 16: 15-20

Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

RENUNGAN:

Amanat agung Yesus yang kita dengar dan renungkan hari ini merupakan perintah kepada kita semua. Tugas kita di dunia adalah mewartakan kabar gembira kepada sesama manusia (makhluk). Inilah hakekat panggilan kita sebagai gereja yang mewartakan kabar gembira (Injil) kepada segala bangsa. Mewartakan kebaikan kepada segala bangsa tentang Yesus Kristus. Bagaimana amanat agung itu dilaksanakan? Amanat itu kita lakukan dalam tugas pewartaan lewat mengajar umat, memberi kesaksian tentang apa yang diajarkan dan apa yang diimani. Di samping amanat mewartakan Injil disarankan juga supaya jangan memaksa orang untuk dibaptis kalau memang tidak percaya. Lalu, janji Tuhan bagi orang yang percaya akan diselamatkan dan mengalami mukjizat.

Semua orang Kristen-Katolik sudah tentu memiliki kewajiban untuk melaksanakan amanat Agung Kristus dengan cara menjadi saksi-Nya. Akan tetapi mewartakan Injil Yesus bukanlah hal yang mudah diterima oleh banyak orang. Apalagi kalau kita sendiri tidak mau lebih dulu menjadi teladan sebagai murid Yesus yang memiliki kehidupan di mana hidup rohani dan spiritualnya berpusat pada Kristus. Apakah anda, kita semua sudah menerapkan amanat Yesus itu kepada orang-orang yang kita jumpai, terutama kepada keluarga anda sendiri?

Yesus yang naik ke surga berjanji akan datang kembali. Pengharapan iman ini perlu ditumbuhkembangkan melalui pelayanan, persekutuan, ibadah, pewartaan dan kesaksian. Inilah tradisi Rasuli yang terus hidup dalam persekutuan para murid Yesus dan gerejanya sampai saat ini. Kepada setiap murid dan Gereja-Nya sampai saat iniu diberi anugerah Roh Kudus untuk membangun dan mengembangkan umat, untuk menyatukan dan mengantar umat kepada Tuhan, dan bukan sebaliknya.

Kemudian Inti dari kenaikan Tuhan adalah perpisahan yang meninggalkan berkat dan rasa sukacita yang meliputi semua murid. Sukacita karena Tuhan Yesus bukan pergi tidak kembali meninggalkan murid-muridNya melainkan pergi untuk mengutus Roh Kudus. Roh Kudus itulah yang dijanjikanNya sehingga GerejaNya bersukacita.

Hari Raya kenaikan Tuhan menjadi relevan dan berarti kalau kita percaya bahwa Yesus Tuhan telah naik ke surga dan mengirimkan Roh Kudus guna membimbing kita. Kita patut bersyukur karena dengan datangnya Roh Kudus maka Gereja akan selalu diingatkan oleh Yesus Tuhan agar berjalan dalam kehendaknya.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus Kristus, aku ingin melaksanakan perintah agungMu untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk. Namun aku menyadari kelemahan dan ketidakmampuanku. Curahkanlah kepadaku kekuatan Roh-Kudus-Mu. Semoga dengan kekuatan-Mu aku sungguh dengan penuh keberanian dan ketulusan mewartakan Kabar Keselamatan-Mu kepada dunia. Amin.”***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

112 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *