Renungan Harian, Selasa, 08 Mei 2018

Ilustrasi Yesus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Ilustrasi Yesus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Pekan VI Paskah

INJIL: Yoh 16: 5-11

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

RENUNGAN:

Bagaimana perasaan kita ketika ditinggalkan seseorang yang sangat dekat di hati? Sedih dan sepi! Sedih karena tidak bersamanya lagi. Tidak ada suka cita dan canda ria. Kita merasa sepi karena ditinggalkan dan kehilangan. Perasaan kosong menggelayuti jiwa.

Perasaan sedih, sepi dan kosong sedang memenuhi hati para rasul ketika Yesus hendak meninggalkan mereka. Mereka merasa seolah-olah kehilangan seluruh harapan hidup. Bagaimana tidak selama ini pada Yesus mereka menaruh seluruh hidup dan harapan, tetapi ternyata sia-sia.

Dalam situasi sedih, sepi, putus asa, hancur dan kosong itulah, Yesus menjanjikan Roh Penghibur. Ia pergi kerumah Bapa untuk menjamin kedatangan Roh Penghibur, Roh Kebenaran, Roh Kudus. Kehadiran Roh Kudus adalah bukti bahwa ketidakpercayaan itu dosa, keadilan telah terpenuhi dengan kembalinya Yesus kepada Bapa, dan bahwa penguasa kejahatan telah dikalahkan.

Seperti dikatakan dalam Injil tadi, sebelum naik ke surga Yesus meninggalkan pesan berharga kepada para murid, bahwa betapa pentingya Ia meninggalkan mereka dan naik ke surga. “….tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu“ (Yoh.16:7). Yesus tahu bahwa melanjutkan karya-karya-Nya melalui para murid akan menghadapi berbagai tantangan dan cobaan. Dengan itu untuk percaya kepada Tuhan yang diwartakan butuh perjuangan yang pantang menyerah. Dan hal itu yang namanya kekuatan ilahi dan penghiburan sangatlah dibutuhkan oleh para murid untuk meneruskan karya-karya Yesus di bumi ini setelah Dia naik ke surga.

Dalam Kisah para Rasul tertulis “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”(Kis 16:38), demikian kata Paulus kepada penjaga penjara, yang akan bunuh diri karena melihat pintu-pintu penjara terbuka. Doa dan nyanyian pujian kepada Tuhan yang dilakukan oleh Paulus dan Silas berbuahkan mujizat: tiba-tiba terjadi gempa bumi sehingga pintu-pintu penjara terbuka lebar. Orang benar dan baik memang senantiasa berada dalam perlindungan dan kuasa Tuhan. Apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas ini selayaknya menjadi acuan atau pedoman cara hidup dan cara bertindak kita sebagai orang beriman atau beragama. Mungkin kita sedang mengalami atau menghadapi tekanan, ancaman atau terror dari orang-orang yang kurang beriman atau kurang bermoral, entah hal itu terjadi di dalam masyarakat pada umumnya maupun di tempat kerja. Jika mengalami hal yang demikian itu kami harapkan anda berdoa dan memuji Tuhan. Berdoa berarti mengarahkan atau mempersembahkan hati, budi, jiwa dan tubuh sepenuhnya kepada Tuhan seraya dengan rendah hati mohon rahmat sesuai apa yang kita butuhkan demi keselamatan jiwa kita sendiri maupun jiwa orang lain. Doa yang demikian pasti akan dikabulkan oleh Tuhan.

Paulus dan Silas meninggalkan sebuah warisan berharga bagi Gereja tentang cara beriman yang sesungguhnya. Dasar pengharapan Gereja adalah Sabda Yesus sendiri,…..Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku” (Yoh.16:8 – 9).

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, terimakasih atas anugerah Roh Kudus yang Engkau curahkan kepadaku. Aku mohon ampun karena aku lebih sering tidak menyadari kehadiran Roh-Mu. Ajarilah aku untuk selalu hidup dalam tuntunanNya. Amin.”***

Reporter : Robert

127 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *