Renungan Harian, Kamis, 03 Mei 2018

Ilustrasi St. Filipus & Yakobus Rasul. Credits: https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Ilustrasi St. Filipus & Yakobus Rasul. Credits: https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Pesta St. Filipus & Yakobus Rasul

Pekan V Paskah

INJIL: Yoh 14, 6-14

Kata Yesus kepadanya:” Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Jika kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. “Kata Filipus kepada-Nya:” Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup untuk kami. “Kata Yesus kepadanya:” Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.

RENUNGAN:

Sehubungan dengan Pesta St. Filipus dan Yakobus Rasul, saya berani mengatakan bahwa hidup terpanggil sebagai seorang rasul itu berarti hidup dan bertindak mengikuti Yesus, yang tidak lain adalah ‘jalan, kebenaran dan hidup’. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, entah secara formal maupun informal, berarti memiliki tugas perutusan untuk merasul, menghayati dimensi kerasulan dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari dimana pun dan kapan pun: “berjalan melalui jalan yang telah ditempuh oleh Yesus, hidup dan bertinda sesuai dengan kebenaran-kebenaran yang disampaikan atau diajarkan oleh Yesus, dst .. “.

Berjalan melalui jalan yang telah ditempuh oleh Yesus berarti menelusuri ‘via dolorosa’ (jalan penderitaan atau kesengsaraan) untuk menuju ke kemuliaan, kebahagiaan dan keselamatan sejati selamanya. Sekali lagi saya katakana bahwa kesengsaraan atau penderitaan yang lahir dari kesetiaan dan ketaatan pada panggilan dan tugas pengutusan adalah jalan keselamatan dan kebahagiaan sejati, maka ketika harus menderita atau sengsara karena kesetiaan dan ketaatan tersebut hendaknya tetap ceria, tegar dan tabah, karena dengan demikian kita pasti mampu mengatasi atau melewatinya. Kebenaran-kebenaran yang disampaikan atau diajarkan oleh Yesus telah direfleksikan dan dibukukan ke dalam Kitab Suci yang kita miliki saat ini, maka hendaknya jika kita memiliki Kitab Suci sungguh dibaca dan direnungkan. Demikian pula kami ingatkan untuk membaca dan memahami aneka tulisan perihal iman, antara lain Katekismus, dokumen-dokumen Vatikan II, Hukum Gereja dst .., karena di dalamnya diuraikan aneka kebenaran yang berguna untuk keamanan dan kebahagiaan hidup kita masa kini maupun kelak ketika kita dipanggil Tuhan.

“Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu – – kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya . ” (1Kor 15:1-2). Injil telah ditulis dan disebarluaskan sejak dua ribu tahun lalu dan sampai kini masih up to date, terus menerus dibaca, direnungkan, diuraikan dan dengan rendah hati dihayati dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari. Sejarah telah membuktikan bahwa mereka, yang sungguh percaya pada Injil, hidup bahagia, damai sejahtera dan aman selama-lamanya, bahkan nama-nama mereka dikenang oleh orang di kemudian hari, misalnya dipakai sebagai nama baptis, dijadikan pelindung karya atau organisasi, dst .. Maka marilah kita hidup dan bertindak dengan pedoman atau pegangan Injil.

Hidup dan berindak berpegang atau berpedoman pada Injil ketika kita harus menghadapi gelombang kehidupan yang dahsyat, kita tetap teguh berdiri, tak tegoyahkan oleh aneka godaan atau rayuan setan yang menggebu-gebu. Kita dapat belajar dari atau meneladan Yesus yang tetap tegar, tabah, sabar dan tenang dalam menghadapi aneka cemoohan, ejekan dan aneka perlakuan kasar dan keras yang menyakitkan.

DOA:

“Ya Tuhan Allah, curahkanlah Roh Kudus-Mu senantiasa ke dalam hidupku, sehingga aku dapat menjadi rasul-rasul-Mu yang menjalankan pewartaan Injil dalam hidupku. Amin.”***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

93 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *