Renungan Harian, Rabu, 02 Mei 2018

Yesus Kristus ilustrasi. Credits : www.facebook.com/thomas.suratno.7

Yesus Kristus ilustrasi. Credits : www.facebook.com/thomas.suratno.7

Pekan V Paskah

PW St. Atanasius – Uskup & Pujangga Gereja

INJIL: Yoh 15: 1-8

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

RENUNGAN:

Yesus kita yakini sebagai pokok anggur, Bapa yang menjadi pengusahanya dan kitalah ranting-rantingnya. Sebagai ranting kita menimba sari kehidupan dari pokok itu. Pokok anggur dengan setia mengalirkan sari kehidupan itu ke ranting-rantingnya sehingga berkembang dan daun-daunnya menghijau. Hidup iman kita juga akan selalu subur dan mekar apabila selalu mengambil sarinya dari Tuhan Sang pokok anggur itu. Dari Dia kita menerima energi kehidupan, menerima daya untuk bertumbuh dan menghasilkan buah-buah segar kehidupan. Karena itu, hidup menjadi sebuah upaya untuk selalu bercokol pada Tuhan sebagai pokok anggur. Karena tanpa Dia kita akan menjadi ranting-ranting yang lemah tak berdaya dan tak bakal menghasilkan buah-buah kehidupan.

Kemudian, Yesus mengundang kita untuk tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita. Tinggallah dalam Aku dan Aku dalam kamu. Bila kita tinggal dalam Yesus, maka kita akan menghasilkan buah yang melimpah. Luar biasa ajakan Yesus ini. Ia menggambarkan diriNya sebagai pokok anggur dan kita ini ranting-rantingNya. Ranting memang tidak bisa berbuah jika terlepas dari pokoknya, namun pokok anggur hanya akan menghasilkan buah melalui ranting-rantingnya, dan bukan pada pokoknya sendiri. Inilah yang luar biasa. Yesus membiarkan kita mengalami buah yang berlimpah melalui diri kita yang lemah, rapuh, ringkih dan berdosa ini.

Yesus juga menegaskan bahwa bila kita tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita, apapun yang kita minta kepada Bapa, pasti akan diberikan dan dikabulkan kepada kita. Kunci utamanya adalah iman dan harapan. Dengan iman dan harapan yang kita bangun dalam diri Yesus sendiri maka Allah akan menghasilkan buah berlimpah melalui diri dan hidup kita.

Sebagai orang kristiani, Kristuslah pokok anggur dan kitalah ranting-rantingNya yang diharapkan mampu berbuah manis dan melimpah. Namun buah akan dihasilkan hanya apabila kita bersatu dengan batang anggur yaitu Yesus sendiri. Ketika ranting itu dipotong dan tidak menyatu lagi dengan pokoknya, maka pelan-pelan ranting itu akan mati.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk berbuah. Buah akan dihasilkan kalau kita dengan cara tertentu bersatu dengan Yesus sendiri. Tanpa persatuan dengan Kristus, tanpa kedekatan dalam relasi pribadi, kita akan menjadi kering dan mati. Tuhan Yesus adalah kekuatan yang memungkinkan kita berani dan kuat di tengah kelemahan. Yesus yang sama juga yang menghidupkan dan menyelamatkan saat kita mati.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, sebab Engkau berkenan mengundang aku untuk tinggal di dalam Engkau dan Engkau di dalam aku. Semoga kesatuan yang erat dan mesra ini menghasilkan buah yang baik dalam kehidupanku, kini dan sepanjang masa. Amin.”***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

153 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *