Latihan ISPS, Pastikan Seluruh Lapisan Siap Tangani Keadaan

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com -– Marketing Operation Region II Sumbagsel melakukan kegiatan simulasi Exercise International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Panjang, Lampung. Kegiatan ini dilatarbelakangi menjalankan standar kerangka kerja yang konsisten dalam mengevaluasi resiko dan tanggap terhadap berbagai bentuk ancaman yang mengganggu fasilitas kapal dan pelabuhan lingkungan operasi PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II Sumbagsel.

Tujuan diberlakukannya simulasi ISPS Code ini adalah untuk mengantisipasi dan mengatasi ancaman dan gangguan keamanan lebih cepat sehingga tidak akan mengganggu operasional Pertamina dalam menjamin ketersedian energi, khususnya di wilayah Sumbagsel.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II Sumbagsel menggelar kegiatan Exercise International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code Fire Fighting & Oil Spill Recovery Tier – 1 di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Migas Pertamina Panjang 2018, Kamis 26 April 2018.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II Sumbagsel menggelar kegiatan Exercise International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code Fire Fighting & Oil Spill Recovery Tier – 1 di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Migas Pertamina Panjang 2018, Kamis 26 April 2018.

Dalam rangkaian simulasi ISPS Code dari 23 April hingga 26 April 2018 ini, latihan difokuskan kepada firefighting (FF) dan dan Oil Spill Recovery (OSR) Tier 1, atau kejadian yang masih bisa ditanggulangi oleh tim di lokasi setempat. Rangkaian simulasi terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari penjajakan teori, upskilling, praktik di dalam ruangan, dan terakhir adalah praktik latihan langsung dilapangan yang dilaksanakan Kamis, 26/4.

Pertamina juga menggandeng beberapa instansi terkait pada simulasi ISPS Code di TUKS Panjang, antara lain Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang, Pangkalan TNI AL (Lanal) Panjang. Selain itu Polisi Resor Kota Bandar Lampung, Komando Distrik Militer Bandar Lampung, Imigrasi, Kepelautan, Pelindo, dan tujuh (7) perusahaan yang memiliki Port Facility Security Officer (PFSO) TUKS Migas Pertamina Panjang.

“Dengan melakukan simulasi prosedur dalam ISPS Code, kami dapat menentukan kondisi keamanan di TUKS Panjang serta menjalankan langkah keamanan yang dibutuhkan, karena inti dari ISPS Code adalah manajemen resiko. Hal ini sangat penting dengan nature operasi Pertamina yang beresiko tinggi, apalagi kami juga mengkampanyekan semangat Zero Fatality,” ujar Region Manager Marine II, I Putu Puja Astawa.

Menurut Puja, kemampuan petugas mengimplementasikan ISPS Code sangat diperlukan untuk mengkalkulasi dan menghadapi segala bentuk resiko dan ancaman di TUKS Migas Pertamina salah satunya di Panjang.

“Panjang merupakan gerbang masuk energi di Selatan Sumatera. Kemampuan petugas mengimplementasikan ISPS Code serta melatih sinergi antara stakeholder terkait di wilayah operasi, sama strategisnya dengan menjamin ketersedian energi di Lampung dan Sumbagsel,” pungkasnya

Puja menambahkan, dengan mentaati ISPS Code, Pertamina juga senantiasa meningkatkan sinergi dalam menanggulangi keadaan darurat sehingga efeknya tidak meluas.

“Dengan sinergi yang baik dengan stakeholder terkait, kami harapkan segala bentuk ancaman dan resiko bisa ditanggulangi dengan tepat dan cepat. Exercise ini adalah bentuk usaha dari Pertamina untuk memberikan kenyamanan dan keamanan untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tutup Puja.***

26 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *