Jalan Alternatif JTTS Jati Mulyo-Karang Anyar Rawan Kecelakaan

JATI AGUNG, SUARAWAJARFM.com — Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), memotong Jalan Pangeran Senopati atau akses menuju pasar Jati Mulyo – Karang Anyar, dan saat ini sedang dalam tahap pengerjaan. Hal itu membuat warga setempat yang ingin melintasi jalan tersebut, dibuatkan jalan sementara oleh pihak proyek.

Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), memotong Jalan Pangeran Senopati atau akses menuju pasar Jati Mulyo - Karang Anyar.

Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), memotong Jalan Pangeran Senopati atau akses menuju pasar Jati Mulyo – Karang Anyar.

Namun jalan alternatif tersebut, kondisinya sangat membahayakan pengendara yang melintas, khususnya pengguna  sepeda motor. Jalan itu posisinya menurun kemudian menanjak, lalu beberapa meter kemudian menikung.

Kondisi jalan yang dibuat sementara oleh pengelola JTTS untuk warga tersebut sangat memprihatinkan, kondisinya berlubang, becek, banyak material berserakan seperti batu split dan pasir yang bercampur tanah liat.

Warga yang ingin melintas di jalan tersebut harus ekstra hati-hati, terlebih saat turun hujan, atau saat setelahnya yang menyebabkan jalan becek dan licin.

Dari Pantauan Suarawajarfm.com beberapa hari ini, sudah ada tiga pengendara motor yang terpeleset, dan pengendaranya mengalami luka-luka hingga harus dirawat di klinik terdekat.

“Kaki saya keseleo dan lecet, karena waktu bawa motor lewat jalan sementara itu, licin, banyak kerikil campur tanah liat. Sehingga ban motor yang saya kendarai bannya terpeleset,” ujar Ita, salah satu warga Karang Anyar yang menjadi korban jalan rusak tersebut.

Ita menambahkan, sebelum ia jatuh, tepat didepannya juga ada pengendara lain yang sudah jatuh terlebih dahulu, dan bajunya kotor terkena tanah liat basah yang banyak menghiasi dasar jalan tersebut.

Selain Ita, pengendara lainnya yang juga mengalami luka-luka akibat terjatuh dari sepeda motornya saat melintas di jalan sementara, yang dibuat akibat adanya pembangunan JTTS.

“Tangan saya luka sobek, akibat jatuh terpeleset di jalan sementara itu, bahkan disarankan dokter untuk dijahit, karena lukanya cukup panjang. Kakak saya yang dibonceng juga tangannya memar,” ujar Hawa, warga yang tinggal di Perumahan Permata Asri Katang Anyar, Jati Agung Lampung Selatan, Rabu 25 April 2018.

Menurut wanita yang setiap hari harus melintas di jalan tersebut, ketika berangkat dan pulang kerja, sebenarnya sangat takut jika tengah melewati jalan licin itu, karena khawatir akan terpeleset.

“Pas lewat dijalan itu rasanya ngeri, karena jalannya becek, di jalan itu sudah banyak orang yang jatuh,” tambahnya.***

Reporter : Robert

37 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *