Pemprov Lampung Melalui Dinas Ketahanan Pangan Launching Toko Tani Indonesia Center

Launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat bersama Inspektur Jendral Kementerian Pertanian RI, Justan Riduan Siahaan. Turut juga Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Riwantoro, Sekretaris DKP Provinsi Lampung Bani Ispiranto dan Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Bahagiati.

Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat bersama Inspektur Jendral Kementan, Justan Riduan Siahaan, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro, Sekretaris DKP Provinsi Lampung Bani Ispiranto dan Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Bahagiati di DKP Lampung, Rabu 25 April 2018.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC). Kegiatan ini bertepatan juga dengan apel siaga Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tingkat Provinsi Lampung.

Launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat bersama Inspektur Jendral Kementerian Pertanian RI, Justan Riduan Siahaan. Turut juga Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Riwantoro, Sekretaris DKP Provinsi Lampung Bani Ispiranto dan Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Bahagiati. Kegiatan berlangsung di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Rabu 25 Oktober 2018.

“Provinsi Lampung mendukung keterjangkauan dan stabilitas komoditi strategis pangan di Jakarta, khususnya pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, dengan adanya TTIC diharapkan mampu mendukung ketersediaan dan keterjangkauan komoditi strategis pangan untuk masyarakat Lampung,” ujar Justan Riduan Siahaan dalam acara itu.

Dalam launching TTIC ini,  terdapat kesepakatan bersama antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung bersama Perum Bulog Divre Lampung dan PT. Indoguna Utama tentang kepastian distribusi pangan. Juga terdapat pengiriman beras ke TTIC Jabodetabek sebanyak 10 Ton.

Menurut  Justan TTIC Lampung harus mampu menunjukkan dan meyakinkan bahwa Pemerintah hadir dan siap memastikan ketersediaan komoditi strategis seperti beras kepada masyarkat, khususnya masyarakat Lampung.

“TTIC telah dimulai sejak tahun 2016, dan hingga kini telah tersebar di 19 Provinsi di Indonesia. Tahun lalu, TTIC telah terbukti berhasil meredam gejolak harga/instabilitas, dan tahun ini harus lebih baik lagi. Dan tahun ini TTIC berada di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Justan Riduan menjelaskan Provinsi Lampung telah menyangga dan mendukung stabilitas komoditi pangan di Jakarta. “Beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Lampung seperti Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Way Kanan dan Lampung Utara menjadi kabupaten penyangga komoditas strategis di Jakarta, khususnya pada saat HBKN,” jelasnya.

Seperti diketahui, Lampung merupakan daerah surplus beras yang secara terus menerus mengirim ke Jabodetabek. “Lampung memiliki beras yang cukup, bahkan surplus beras. Dan juga terdapat peraturan Gubernur yang mengatur agar padi tidak keluar dalam bentuk gabah. Bukan hanya beras, Lampung juga mendukung komoditi strategis lainnya,” ujar Justan Riduan.

Oleh sebab itu, Justan berharap Peresmian TTIC mampu menjadi momentum untuk mempersiapkan dan merencanakan dalam menyediakan bahan pokok strategis dengan harga terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Lampung, khususnya pada HBKN pada bulan ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu, Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat menjelaskan Lampung merupakan produsen dari beberapa komoditi pangan seperti beras, jagung, gula, bawang, singkong, dan daging.

“Tidak salah jika Lampung ditetapkan sebagai lumbung pangan Nasional, karena sekitar 35% kebutuhan pangan di Jakarta tersebut disuplai dari Lampung,” jelas Taufik.

Ia menjelaskan berbagai komoditi tersebut akan diutamakan terlebih dahulu untuk Lampung. Kalau sudah tercukupi, baru akan mensuplai keluar Lampung. “Bukan hanya ketersedian saja, tetapi juga keterjangkauan bagi masyarakat Lampung lebih diutamakan. Untuk itu, kita akan mensosialisasikan ke masyarakat bahwa kita memiliki TTIC dengan harga terjangkau dan kualitasnya baik,” jelasnya

Pengembangan TTIC di Provinsi Lampung berperan dalam upaya stabilisasi harga pangan dan peningkatan akses pangan di kabupaten/kota. Apel Siaga Persiapan HBKN merupakan langkah konkret dalam menyediakan pangan murah dan berkualitas bagi masyarakat Lampung dalam menghadapi HBKN 2018.

Kegiatan ini, ujar Taufik Hidayat, sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak. “Melalui TTIC dan Apel Siaga HBKN diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak, terutama untuk terlaksananya keterjangkauan dan ketersediaan komoditi strategis pangan untuk masyarkat Lampung,” harap Taufik.

Pada tempat yang sama Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Riwantoro mengimbau pada masyarakat Lampung untuk tidak khawatir akan ketersediaan pasokan pangan.

“Tidak perlu gelisah, tetaplah tenang seperti tahun yang lalu, insya Allah pasokan barang bahan pangan semua cukup dan tahun ini lebih dari cukup, karena memang kita siapkan sejak awal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kusnardi melalui Sekretaris DKP Provinsi Lampung Bani Ispiranto membeberkan jumlah Gapoktan yang memasok bahan pangan ke TTI pada tahun 2018.

“Jumlah gapoktan di Provinsi Lampung pemasok bahan pangan sebanyak 95 Gapoktan yang akan memasok 135 TTI di Provinsi Lampung, Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, adapun komoditi strategis yang tersedia di TTIC Provinsi Lampung diantaranya beras premium (Rp8.800/kg), beras organik (Rp18.000/Kg), beras ‘SJ’ (Rp12.800/kg), beras srikandi (Rp12.000/kg), beras ‘dua koki’ (Rp12.800/kg), beras siger tiwul (Rp15.000/kg), Beras merah (Rp 25.000/bks), minyak goreng (Rp10.500/kg), Gula pasir (Rp12.000/Kg), Bawang Merah (Rp26.000/kg), Bawang Putih (Rp20.000/kg), Cabe Merah (Rp21.000/kg), madu manis besar (Rp110.000/kg), madu manis kecil (Rp50.000/kg), madu pahit besar (Rp120.000/kg), madu pahit kecil (Rp50.000/kg), Kopi Arabica (Rp40.000/kg), Kopi Blend (Rp30.000/bks), dan Jambu (Rp15.000/kg).***

Reporter : Robert

93 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *